27 September 2020, 16:05 WIB

Covid-19 di Jawa Tengah Melonjak Akibat Muncul Klaster Baru


Akhmad Safuan | Nusantara

ANGKA covid-19 di Jawa Tengah melonjak dengan munculnya klaster-klaster baru di beberapa daerah, di klaster Setda Kudus jumlah positif korona kembali bertambah setelah ratusan pegawai diswab massal serta mulai Senin (28/9) dilakukan work from home (WFH).

Pemantauan Media Indonesia  ratusan pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kudus dilakukan tes swab massal, setelah munculnya klaster di kantor bupati tersebut yakni Sabtu (26/9) tercatat 93 orang dan Minggu (27/9) sebanyak 81 orang, hasilnya pegawai positif covid-19 naik dari enam orang menjadi sembilan orang.

"Setelah ditemukan klaster di lingkungan perkantoran setda ini, maka mulai Senin (28/9) diambil langkah WFH untuk dilakukan penseterilan kantor dan tracking kasus," kata Plt Bupati Kudus Hartopo.

Selain itu di Banyumas muncul klaster pondok pesantren, klaster baru juga muncul di Pati yakni terjadi pada pasien yang memaksa pulang sendiri dan di Jepara juga terdapat klaster baru yakni perbankan dan pendidikan hingga belasan orang terpapar civid-19 dan kini masih menjalani perawatan dan isolasi.

Secara umum munculnya klaster baru itu, menjadikan angka covid-19 di Jawa Tengah kembali melonjak bertambah hingga mencapai ratusan orang darisebelumnya, sehingga hal ini menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Data dihimpun dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, angka covid-19 saat ini Minggu (27/9) telah mencapai 21.347 kasus yakni 3.244 orang masih menjalani perawatan, 16.176 orang sembuh dan 1.927 orang meninggal.

Angka tersebut mengalami penaikan cukup besar jika dibanding sebelum klaster baru ditemukan pada Rabu (23/9) l, jumlah covud-19 masih tercatat 20.395 kasus yakni 2.991 orang dirawat, 15.548 orang sembuh dan 1.856 orang meninggal .

Peningkatan jumlah kasus setelah muncilnya klaster covid-19 di beberapa daerah  seperti Banyumas, Kudus, Jepara dan Pati  dirasakan mulai terlihat pada data Jumat (25/9) yakni srbanyak 20.945 kasus dengan 3.079 orang diantaranya dirawat, 15.956 orang sembuh dan 1.910 orang meninggal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar untuk sementara pondok pesantren yang menjadi klaster harus mendapat prnanganan serius dan sementara ditutup dulu untuk dilakukan pencegahan penyebaran yang lebih luas dan menamvah jumlah orang terpapar covid-19.

"Kondisi ini cukup membahayakan, sehingga perlu penanganan serius di seluruh klaster yang ada dan sudah ditangani dengan tracking kasus, swab massal dan penseterilan," kata Ganjar. (OL-13)

Baca Juga: Petani Fahami KUR dan Asuransi Tani dari Pelatihan PLEK

 
BERITA TERKAIT