27 September 2020, 12:59 WIB

Klaster Ponpes Menambah Jumlah Kasus Korona di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat hingga kini belum memberikan keputusan terhadap pemnatasan sosial berskala mikro di klaster pendidikan Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat setelah ditemukan 12 orang terkonfirmasi positif covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Kota Tasikmalaya sekaligus Sekretaris Daerah, Ivan Dicksan mengatakan saat ini terjadi peningkatan kasus covid-19 di Kota Tasikmalaya, termasuk temuan di klaster pendidikan pondok pesantren. Ada 12 orang dinyatakan positif covid-19 setelah dilakukan swab test. Mereka kni diisolasi di RSUD dr Soekardjo. 

Ivan menjelaskan bahwa dari hasil rapat dengan Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolresta dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, diputuskan agar santri pondok pesantren di Cihideung dikarantina untuk memutus mata rantai penularan. Munculnya klaster pendidikan di ponpes setelah seorang santri sakit dengan gejala mirip covid-19. Saat dilakukan swab test hasilnya positif. Petugas kini melakukan pelacakan terhadap 220 orang yang telah kontak langsung dengan pasien positif tersebut dan dilakukan swab test.

baca juga: Klaster Ponpes Dominasi Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Kebumen

"Pemerintah tengah berupaya melakukan penambahan ruang isolasi di RS Islam dan rusunawa milik Universitas Siliwangi. Karena, fasilitas ruangan di RSUD dr Soekardjo sidah penuh. Dan beberapa ruangan tersebut masih belum terpasang blower dan kamera CCTV," paparnya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT