27 September 2020, 11:57 WIB

Jakarta Berpotensi Hujan Lebat 3 Hari Ke Depan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DEPUTI Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan saat ini masih terpantau aktivitas gelombang atmosfer di wilayah Indonesia dikenal dengan sebutan Rossby Equatorial. Yaitu fenomena pergerakan sistem konvektivitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan melewati wilayah Indonesia. Serta munculnya Madden Jullian Oscillation atau fenomena pergerakan sistem konvektivitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah timur dan melewati wilayah Indonesia.

"Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia. Terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di pesisir barat Sumatra, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda, dan didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia," kata Guswanto dalam keterangan resminya, Minggu (27/9).

Berdasarkan analisis beberapa fenomena atmosfer di atas, BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi.

"Untuk DKI Jakarta akan terjadi pada 27 September. Lalu ada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur," ujarnya.

Khusus untuk wilayah Jabodetabek kata Guswanto, konsentrasi hujan intensitas sedang-lebat masih cukup potensial di wilayah Bogor terutama pada siang/sore hari.

"Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta kondisi cuaca signifikan pada 27 September pada siang/sore hari dengan kondisi relatif menurun untuk 2 hari ke depan (28-29 September 2020)," tandasnya.

baca juga: Hujan Petir Diperkirakan Guyur Jakarta Minggu Siang

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lain-lain) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Kondisi tersebut di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer di Indonesia, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangannya," ungkapnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT