27 September 2020, 10:03 WIB

Bawaslu Akan Panggil Timses Paslon Pilkada Kepri


Hendri Kremer | Nusantara

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri akan memanggil para paslon karena diduga adanya pelanggaran protokol kesehatan saat pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri di Hotel CK Tanjungpinang beberapa hari lalu. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri Said Abdullah mengatakan telah terjadi pelanggaran sehingga pihaknya akan memanggil tim sukses dari para kubu bersangkutan.

"Kami melihat ini merupakan pelanggaran protokol kesehatan agar lebih menguatkan dugaan kami. Laporan tersebut sedang diproses. Hasilnya seperti apa bentuk pelanggaran itu, nanti akan dirapatkan bersama," kata Said Abdullah, Minggu (27/9).

Ia menambahkan pihaknya belum dapat memastikan kategori bentuk pelanggaran tersebut karena proses pengkajian belum selesai dilakukan. Namun, ia tidak menampik bahwa pelanggaran tersebut jelas terjadi saat para pendukung ketiga paslon berkerumun. Kejadian ini dianggap tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

"Karena protokol kesehatan itu, bersifat umum akibatnya masyarakat umum yang akan terpapar akan Covid-19. Jika terbukti melakukan pelanggaran, kami akan bertindak sesuai dengan kewenangan," ujarnya.

baca juga: Timses SHM-MAR Siap Keluarkan Anggota Langgar Prokes Covid-19

Seperti diketahui, pelaksanaan pengundian nomor urut paslon gubernur dan wakil gubernur Kepri dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang. Ratusan orang pendukung tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri yang tak ikut masuk ke ruangan tetap berkerumun, berfoto, dan meneriakkan nama masing-masing kandidat pilkada saat berada di ruang tunggu.

Puluhan anggota kepolisian berupaya menenangkan massa karena khawatir tamu hotel terganggu. Selain itu, anggota kepolisian lewat pengeras suara juga berupaya agar massa menaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker yang tepat dan tidak berkerumun. Namun, imbauan itu tak dihiraukan massa yang larut dalam euforia seusai 
pengundian nomor urut. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT