27 September 2020, 08:32 WIB

Bamsoet Ajak Lady Bikers Jadi Relawan Empat Pilar MPR RI


Muhammad Fauzi | Politik dan Hukum

KETUA MPR RI Bambang Soesatyo mengajak komunitas motor perempuan, Lady Bikers menjadi bagian dari Relawan Empat Pilar MPR RI. Mereka diajak menggaungkan semangat kebangsaan berupa toleransi dan gotong royong, yang juga kental dengan keseharian jati diri komunitas motor.

Keberadaan komunitas motor perempuan seperti Lady Bikers yang memiliki ribuan anggota, dari menunggangi motor besar seperti Harley Davidson dan Kawasaki Ninja, hingga motor kecil seperti Yamaha Lexi maupun motor bebek umumnya, menegaskan bahwa motor tak hanya menjadi simbol kejantanan pria. Melainkan juga bisa menjadi simbol ketangguhan perempuan.

"Sekaligus menunjukan karakter perempuan Indonesia yang mandiri, tangguh, dan independen. Anggotanya pun tersebar dari beragam profesi. Banyak yang tak menyangka, selain mereka banyak yang telah berkeluarga, Ada wirausaha, dokter, pilot, hingga ojek online. Usianya pun beragam, dari mulai remaja hingga ibu dengan enam anak. Salah satu personilnya, mulai suka motor sejak umur 13 tahun hingga kini menjadi pilot penerbang komersial. Dan bahkan pernah memenangi kontes safety riding di Arab Saudi. Mematahkan anggapan bahwa perempuan tak bisa tertib berlalu lintas," ujar Bamsoet saat Ngobrol Asyik (Ngobras) bersama komunitas Lady Bikers, di Resto Bakaran Kebon Sentul City Bogor, Sabtu (26/9/20).

baca juga: Komunitas Moge hingga Ojek Online Ikut Sosialisasi 4 Pilar MPR

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, keberadaan perempuan dalam komunitas motor bisa memberikan sentuhan kelembutan, sehingga menepis kesan arogan yang terkadang melekat di komunitas motor.

"Perempuan punya daya sensitifitas tinggi dibanding pria. Ini bisa dimanfaatkan untuk membawa komunitas motor terlibat lebih banyak di berbagai gerakan kebangsaan. Misalnya aktif di kegiatan sosial, membantu saudara sebangsa yang membutuhkan sebagai duta 4 Pilar MPR. Dan yang terpenting, menjaga keutuhan bangsa dan negara dari perpecahan," pungkas Bamsoet. (OL-3)

BERITA TERKAIT