27 September 2020, 05:20 WIB

Pemulihan Ekonomi melalui Penanaman Mangrove


Fer/J-2 | Nusantara

KEGIATAN padat karya penanaman mangrove seluas 15 ribu hektare (ha) bertujuan untuk pemenuhan lapangan
pekerjaan dan peningkatan daya beli masyarakat di sekitar pesisir pantai. Program pemulihan ekonomi nasional yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu juga melibatkan kelompok tani hutan (KTH) di 34 provinsi.

Kepala Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Batu Rusa Cerucuk, Bangka Belitung, Tekstiyanto, kemarin, mengatakan kegiatan padat karya penanaman mangrove tersebar di 37 lokasi/ kelompok tani. Sedikitnya, 500 ha kawasan mangrove di pesisir Bangka Belitung menjadi target kegiatan.

Program tersebut, menurut dia, telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Diawali dengan penyiapan kayu ajir dan kayu larikan serta kegiatan penyemaian propagul atau benih mangrove.

Masyarakat setempat yang berjumlah sekitar 1.000 orang terlibat langsung dalam program di empat kabupaten, yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur. Mereka sebagian besar ialah ibu rumah tangga dan kalangan istri nelayan. Sementara itu, kaum lelaki menyiapkan benih atau propagul melalui pengumpulan langsung dari kawasan hutan mangrove yang ada di sekitarnya.

Secara terpisah, Menteri LHK Siti Nurbaya mendukung percepatan kerja sama Indonesia-UEA di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, dari rencana investasi perusahaan UEA hingga pengembangan mangrove.

Menteri Siti menegaskan akan mendukung usulan-usulan kerja sama kedua pihak, terutama yang terkait dengan kewenangan Kementerian LHK. “Kerja sama Indonesia–UEA, kami pasti akan dukung apalagi sudah menyangkut lahan,” kata Siti di sela-sela audiensi secara virtual dengan Duta Besar RI Uni Emirat Arab (UAE) Husin Bagis, Jumat (25/9).

Husin Bagis menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Menteri Siti yang telah memberikan solusi untuk percepatan pelaksanaan kerja sama. Ia optimistis kerja sama ini akan menguntungkan bagi kedua negara.

“Kami yakin dengan berinvestasi di Indonesia akan mendorong investor lain dari Timur Tengah, seperti Qatar untuk berinvestasi juga,” pungkasnya. (Fer/J-2)

BERITA TERKAIT