27 September 2020, 03:30 WIB

Kesehatan Diprioritaskan Ekonomi Warga tidak Diabaikan


Dhk/Fer/Hld/X-3 | Politik dan Hukum

UNTUK kesekian kali Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa penanganan pandemi covid-19 menjadi prioritas pemerintah, tetapi membutuhkan kedisiplinan dan kerja keras seluruh komponen bangsa.

“Sejak awal, kebijakan pemerintah konsisten menangani kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. Sekali lagi, kesehatan masyarakat diprioritaskan,” kata Presiden saat memberikan keterangan pers terkait program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Akan tetapi, selain prioritas kesehatan, pemerintah juga harus bekerja keras menjaga dan memulihkan perekonomian masyarakat yang terpuruk dihantam pandemi. Sebanyak Rp200 triliun lebih negara mengucurkan anggaran untuk sejumlah program sosial guna melindungi warga masyarakat yang terdampak pagebluk (lihat grafik).

“Program ini untuk meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19. Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan baik,” lanjut Jokowi.

Perlindungan sosial itu di antaranya terealisasi melalui program keluarga harapan, bantuan pangan nontunai, sembako, bantuan sosial tunai, kartu prakerja, bantuan langsung tunai dana desa, bantuan presiden produktif, subsidi gaji, hingga diskon tarif listrik.

Menurut Presiden, realisasi program PEN untuk perlindungan sosial itu dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus memacu produktivitas masyarakat.

“Saya minta semua pihak disiplin menjalankan protokol kesehatan agar penularan bisa ditekan dan kehidupan masyarakat bisa normal kembali,” ujar Jokowi.

Hingga kemarin, Kementerian Kesehatan mencatat kasus terkonfirmasi positif covid-19 total menjadi 271.339 setelah ada penambahan 4.494 orang, kemudian pasien sembuh menjadi 199.403 setelah ada penambahan 3.207 orang. Selanjutnya, kasus meninggal menjadi 10.308 dengan penambahan 90.

Khusus ibu kota Jakarta, hingga kemarin kasus aktif menembus angka 13.155, sedangkan total jumlah kasus terkonfi rmasi sudah mencapai 70.184 kasus.

“Total penambahan kasus positif mencapai 1.257 karena terdapat aku mulasi data sebanyak 205 kasus dari sehari sebelumnya yang baru dilaporkan, sedangkan penambahan kasus negatif sebanyak 7.237 kasus diperoleh dari 8.289 orang yang di tes PCR hari ini (kemarin),” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam keterangan resminya, kemarin. (Dhk/Fer/Hld/X-3)

BERITA TERKAIT