27 September 2020, 02:15 WIB

Cita Rasa Lintas Negara dalam Roti Artisan


Galih Agus Saputra | Weekend

PANDEMI telah membuat banyak usaha kelimpungan, namun banyak pula yang bertahan bahkan kian populer. Salah satu yang sedang tren ialah usaha roti artisan.

Kebanyakan orang mengartikan roti artisan sebagai roti yang lebih sehat, roti-roti khas eropa, khususnya sourdough, dan roti . Namun, sebenarnya roti artisan ialah roti yang dibuat tidak dengan mesin alias menggunakan tangan. 

Selain itu, bahan-bahan yang digunakan berkualitas dan mengdepankan proses alami, termasuk dengan menggunakan ragi alami dan proses fermentasi yang lama. Dengan begitu pula, roti yang dihasilkan lebih alami sehingga lebih mudah dicerna tubuh.

Di antara banyak usaha kuliner dan pangan yang menawarkan roti artisan, Tante Sayur muncul dengan produk andalannya, roti sourdough. Didirikan oleh Poetri Andayani sejak awal 2015, Tante Sayur sudah cukup dikenal di media sosial dan memiliki cukup banyak produk roti artisan, selain produk sayur organik yang menjadi andalan utamanya.

Khusus untuk produk roti artisan, kepada Media Indonesia, Poetri menjelaskan produknya itu ditangani rekan usahanya yang merupakan seorang pembuat roti asal Azerbaijan. Tanpa mengungangkap nama sang teman, Poetri menjelaskan bahwa rekannya itu menguasai teknik pembuatan roti sourdough.

“Teman saya dengan native-nya dari sana (Azerbaijan), sedangkan saya dengan native saya sendiri di sini. Kita saling pairing begitu, karena di zaman seperti ini, tidak mungkin kalau kita bekerja itu tanpa kolaborasi,” tutur Poetri kepada Media Indonesia melalui aplikasi obrolan, Rabu, (23/9).

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka telah menghasilkan kurang lebih 350 jenis roti, dengan sekitar 85% di antaranya merupakan roti sourdough. Sourdough merupakan teknik membuat roti dengan memanfaatkan ragi dari khamir liar yang menghasilkan fermentasi lebih lama dari ragi biasa. 

Meski dinamakan adonan asam, roti yang dihasilkan bercita rasa hampir sama dengan roti umumnya. Di sisi lain, Poetri mengaku tidak mengetahui detail proses pembuatan sourdough, termasuk ragi yang digunakan, karena sepenuhnya dijalankan rekannya tersebut. 

Akan tetapi, ia mengungkapkan fermentasinya sediri butuh waktu yang lumayan panjang atau setidaknya 21 jam. Untuk membuat Sourdough, Poetri juga harus menggunakan garam laut dan jeli untuk mengatur pH air.


Favorit

Salah satu roti artisan yang menjadi produk andalan mereka ialah roti sourdough garlic cheese. Hadir sejak tiga tahun lalu, sekilas tampilannya seperti korean garlic bread.

Akan tetapi, produksi Tante Sayur ini terdiri dari double mozzarella merah dan putih serta keju cheddar. Selain itu, pada bagian atasnya juga terdapat taburan bawang putih, herbs yang diolesi minyak zaitun.

“Ini yang paling jadi fave. Pernah waktu PSBB jilid pertama, terjual sampai rekor 200 roti sehari,” kata Poetri.

Mencicipi roti ini, bukan kenyangnya saja yang awet, roti itu sendiri pada dasarnya juga tahan lama karena bisa disimpan hingga dua minggu di freezer. Di kulkas, karena keju tidak bisa tahan lama, roti hanya mampu bertahan hingga dua hari.

Saat diulik-ulik, kepadatan roti ini ternyata bukan hanya berasal dari gandumnya, melainkan juga dari isiannya. Setiap satu porsi sourdough garlic cheese Tante Sayur, jika ditakar boleh dibilang memiliki perbandingan 65%-55% gandum dan 35%-45%-nya adalah isian.

Roti andalan lainnya adalah sourdough cream cheese. Selain itu, ada varian sourdough doughnut yang dibanjiri dengan saus gula jahe organik dan aren. Kemudian, ada pula yang menggunakan madu yang diproduksi Suku Badui.

“Kita datangkan langsung dari sana, misalnya 100 kg atau 200 kg. Di Badui, madu difermentasi dulu dan treatmennya memang harus spesial. Temperaturnya juga harus bagus, harus menggunakan botol kaca, jadi karena kita semua mainnya fermentasi begitu, rotinya nanti juga tidak menjadikan kita sebah atau kembung,” jelas Poetri.

Tante Sayur memiliki 25 varian sourdough tawar. Untuk konsumsi sehari-hari, Poetri menyarankan agar sourdough tidak terlalu banyak dicampur selai atau toping. Sourdough lebih nikmat jika hanya ditambahkan beberapa paduan sederhana seperti telur, alpukat, atau buah. “Roti ini juga bukan tipe yang disantap satu atau dua kali. Dia bisa dijadikan makanan seharihari,” pungkas Poetri. (M-1)

BERITA TERKAIT