26 September 2020, 15:15 WIB

Inovasi Jadi Kunci Koperasi untuk Hadapi Tantangan Perubahan Zaman


Achmad Maulana | Ekonomi


KOPERASI merupakan lembaga perekonomian yang punya sejarah panjang di Indonesia. Dalam penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional. Tercatat, saat ini ada 123.048 unit koperasi di seluruh Indonesia dengan berbagai kondisi. Ada yang sekedar bertahan, namun ada yang mampu berkembang.

Koperasi yang berhasil menjadi lembaga maju tidak lepas dari kerja keras dan kreativitas para pengurus, serta peran aktif anggota. Satu hal yang pasti, mereka melakukan inovasi untuk menghadapi tantangan yang muncul seiring perubahan zaman. Inovasi itu misalnya seperti yang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejahtera (KSP SMS).

Baca juga: Menguntungkan, Koperasi Petani Harus Didukung

Koperasi dengan 30.000 anggota yang tersebar di 28 provinsi itu punya layanan digital yang tak kalah dari mobile banking, bahkan lebih unggul di beberapa sisi. “KSP SMS mengembangkan layanan digital melalui produk simpanan online bernama Sobatku. Layanan ini berbasis aplikasi yang memungkinkan anggota melakukan transaksi melalui smatphone,” ujar Head of Fintech & Product Activation KSP SMS, Oktavia Laksmi Wardani dalam siaran persnya, Sabtu (26/9).

Ia menjelaskan, tidak seperti bank yang mewajibkan calon nasabah untuk datang saat membuka rekening, pendaftaran pada Sobatku cukup dilakukan secara online. Nomor telepon pendaftar menjadi nomor rekeningnya. Fitur Sobatku mencakup setor dan tarik tunai, aneka pembayaran dan pembelian, serta transfer antar rekening Sobatku maupun ke rekening bank dengan biaya lebih murah ketimbang perbankan. Untuk urusan setor maupun tarik tunai, bisa dilakukan di jaringan retail Alfamart/Alfamidi.

Soal keamanan tak perlu diragukan. Karena layanan itu terdaftar resmi dan memiliki izin dari berbagai lembaga terkait, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Bank Indonesia, PPATK, OJK, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Dalam Negeri untuk keperluan akses data dukcapil dan mengenali anggota dari data e-KTP.

“Sobatku mendukung inklusi keuangan dan mendorong koperasi melakukan transformasi digital,” imbuh Oktavia.

Pada kesempatan sama, Ketua I KSP SMS, Ceppy Y Mulyana, menjelaskan, Sobatku menjadi bentuk inovasi koperasi dalam meningkatkan dana simpapa. Adapun di sisi penyaluran pembiayaan, koperasi fokus pada pemberdayaan UMKM. KSP SMS membantu pengembangan UMKM dengan menyalurkan pembiayaan produktif. Untuk semester I tahun ini, total pinjaman yang sudah disalurkan mencapai Rp1 triliun. “Dalam penyaluran pembiayaan, KSP SMS juga bekerja sama dengan koperasi lain dan perbankan,” kata Ceppy.

Selain itu dari sisi pembiayaan, KSP SMS juga membantu UMKM melalui program pendampingan untuk pengembangan usaha. Dalam hal ini, koperasi bermitra dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan usaha.

Dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dilakukan, KSP SMS mampu melewati berbagai tantangan yang dibawa perubahan zaman. KSP SMS bediri pada 2009 sebagai koperasi serba usaha dan berubah menjadi koperasi simpan pinjam pada 2015. Hingga saat ini, KSP SMS telah menyalurkan pinjaman Rp 2,4 triliun dengan total simpanan Rp3,2 triliun dan total aset Rp3,5 triliun. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT