26 September 2020, 19:22 WIB

Biasanya Kena Rob, tapi Kali Ini Petani Cilacap Berhasil Panen


mediaindonesia.com | Ekonomi

Wujud rasa syukur tecermin dari wajah bahagia, gelora semangat, dan antusias Kelompok Tani Sidadadi, Desa Sidaurip, saat melakukan panen raya, Sabtu (26/9/2020). Panen kali ini diikuti juga oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH), Warjito, mewakili Kementerian Pertanian. Panen padi seluas 175 hektare (ha) dilakukan di lokasi program Kementan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) di Pesisir Pantai Selatan Cilacap ini menjadi pembuktian bahwa petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan masyarakat.

Dari total 500 ha lahan GPOT, panen masih berlangsung dan hingga saat ini dengan luas panen 300 ha. Warjito menyebut panen kali ini merupakan peran para insan pertanian terutama para petani sebagai pahlawan pangan yang didukung oleh stakeholder terkait.

Kegiatan ini hasil dari tanam yang dilakukan secara serempak bersamaan dengan pencanangan GPOT oleh Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Bapak Bupati Cilacap bulan Juni lalu.

Baca Juga: Varietas Inpari Jadi Benih Andalan Petani di Kabupaten Klaten

“Alhamdulillah kita petik hasilnya hari ini meskipun bangsa kita sedang dilanda Pandemi Covid 19. Tapi petani di sini mampu bertahan bahkan bisa terus berproduksi,” sebut Warjito pada panen tersebut.

Warjito sangat mengapresiasi bahwasanya petani, penyuluh, mantri tani, petugas dinas, dan seluruh jajaran instansi pertanian terus berjuang dan aktif mengambil bagian dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Secara terpisah, Koordinator Penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gandrungmangun, Santoso, bersyukur atas keberhasilan kegiatan percepatan tanam. Ia mengakui panen padi jarang mereka lakukan di MT II. “Kalau tahun-tahun sebelumnya lahan sering terdampak rob, jadi kebanyakan di sini mundur jadwal tanam, bahkan terkadang membiarkan lahan bera,” ujarnya.

Baca Juga: Kunjungi Karawang, Mentan Panen Padi Pastikan Pangan Aman

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Ermawati mengatakan, bahwa program peningkatan produksi padi, jagung, maupun kedelai terus digaungkan dengan memanfaatkan bantuan benih label ungu varietas Inpari 42. “Kami sekarang mulai gunakan varietas ini untuk mengantisipasi rendahnya produksi, soalnya di sini sudah turun temurun petani gunakan varietas lokal. Mudah-mudahan mampu mendongkrak produksi jika bisa beralih ke varietas unggul ini,” ujarnya.

Sementara itu penanggungjawab kegiatan GPOT Cilacap sekaligus Kabid Informasi dan Jaringan Laboratorium BBPPMBTPH Trimartini mengatakan bahwa peningkatan produktivitas padi menjadi salah satu strategi dalam mempersiapkan pangan. Menurut dia penggunaan VUB Inpari 42 mampu memberikan hasil lebih baik dibanding varietas lain yang pernah dicoba di lahan terdampak banjir rob ini. Hasil ubinan dilakukan di 2 titik sangat menggembirakan, dengan hasil rata-rata produktivitas sekitar 9,79 ton GKP per ha.

Baca Juga: Panen Padi di Lahan Program Percepatan Tanam Kementan

"Harapannya kegiatan GPOT ini terus berlanjut dengan pendekatan korporasi. Kami mengusulkan perlunya pendampingan permodalan dan dikawal langsung Bank BPD Jateng, khususnya bagi para petani yang berada di kecamatan Gandrungmangun ini," jelasnya. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT