26 September 2020, 16:55 WIB

WHO: Kasus Kematian Akibat Covid-19 Bisa Tembus 2 Juta


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kasus kematian akibat covid-19 di dunia bisa mencapai 2 juta orang. Mengingat, vaksin covid-19 belum berhasil digunakan secara luas.

Jumlah kasus kematian berpotensi lebih tinggi, jika tidak ada upaya bersama untuk mencegah penyebaran virus.

"Kecuali jika kita melakukan semuanya, perkiraan 2 juta kasus kematian tidak akan terjadi. Namun sayangnya potensi itu semakin nyata," tutur Kepala Program Darurat WHO Mike Ryan dalam penjelasan publik.

Baca juga: FDA Perketat Standar Vaksin Covid-19, Trump Geram

Sejak covid-19 menjadi pandemi global, kasus kematian hampir mencapai 1 juta orang. Kalangan muda tidak bisa disalahkan atas peningkatan infeksi belum lama ini. Meski ada kekhawatiran bahwa golongan tersebut berkontribusi meningkatkan laju virus, setelah pelonggaran kebijakan pembatasan dan penguncian.

Sebaliknya, pertemuan di dalam ruang yang mencakup berbagai rentang usia, malah mendorong penyebaran covid-19. WHO pun melanjutkan pembahasan dengan Tiongkok terkait keterlibatan negara itu dalam skema pembiayaan COVAX, yang dirancang untuk menjamin akses vaksin yang cepat dan adil.

"Kami sedang berdiskusi dengan Tiongkok tentang peran yang mungkin mereka mainkan saat kami melangkah maju," pungkas Bruce Aylward, penasehat senior WHO dan kepala program ACT-Accelerator untuk mendukung vaksin dan diagnostik melawan covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 9 Juta, WHO Kritisi Kepemimpinan Global

Dia membenarkan bahwa Taiwan masuk dalam daftar skema tersebut, walaupun bukan anggota WHO. Sehingga, jumlah anggota dalam skema tersebut mencapai 159 negara. Adapun sekitar 34 negara masih dalam proses penetapan.

Pada Jumat waktu setempat, WHO menerbitkan rancangan kriteria untuk penilaian penggunaan darurat vaksin covid-19. Tujuannya, membantu produsen obat saat uji coba vaksin mencapai tahap lanjutan. Dokumen tersebut akan menjadi pembahasan publik hingga 8 Oktober.(France 24/OL-11)

 

BERITA TERKAIT