26 September 2020, 16:30 WIB

Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta Terdorong Birahi


Rahmatul Fajri | Megapolitan

POLISI mengatakan EFY, oknum petugas medis yang melakukan pelecehan seksual dan penipuan terhadap penumpang saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta beralasan karena terbuai nafsu sesaat.

Selain itu, EFY dinilai juga melakukan pemerasan kepada korban, LHI untuk mendapatkan uang tambahan.

"Dia melakukan pemerasan karena menginginkan uang lebih. Sedangkan pelecehan seksual karena nafsu sesaat," ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Komisaris Alexander Yurikho saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9).

Sebelumnya, EFY sempat kabur dari indekosnya saat akan diamankan jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta. EFY kabur setelah tahu kasusnya viral di media sosial. Lalu, keberadaan EFY tercium dan ditangkap di Balige, Samosir Toba, Sumatera Utara, Jumat (25/9) kemarin.

Polisi telah menetapkan EFY sebegai tersangka dan menjeratnya dengan pasal berlapis. Alex mengatakan tersangka dijerat pasal 289 KUHPidana dan atau 294 KUHPidana dan atau 368 KUHPidana dan atau 378 KUHPidana dengan ancaman penjara 9 tahun.

Seperti diketahui, kasus pelecehan seksual di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mencuat setelah korban berinsial LHI menceritakan pengalaman pelecehan seksual dan pemerasan melalui akun twitternya @listongs.

EFY merupakan petugas dari PT Kimia Farma yang bertugas menyiapkan rapid tes di bandara. Setelah dites, LHI diketahui reaktif. EFY kemudian menawari LHI untuk mengubah hasil tes itu.

EFY memeras LHI dengan uang Rp1,4 juta dan setelah itu menurut pengakuan LHI juga dilakukan pelecehan. (OL-4)

BERITA TERKAIT