26 September 2020, 15:51 WIB

Anies Klaim Kasus Covid-19 Melandai, Epidemiolog: Belum Stabil


Hilda Julaika | Megapolitan

DALAM dua pekan terakhir, terjadi penurunan kasus aktif covid-19 di DKI Jakarta menjadi 12%. Namun, itu belum merepresentasikan bahwa kondisi wabah di Ibu Kota membaik.

Hal itu ditekankan epidemiolog Dicky Budiman. Menurutnya, penurunan kasus aktif belum stabil dan bersifat sementara. Sebab, laju penyebaran covid-19 di Jakarta masih tinggi.

“Inia da penurunan secara data, tapi belum situasi yang stabil. Saya gak akan bilang sudah aman, potensinya masih ada. Karena test positvity rate yang belum mendekati ideal. Laju penyebaran pun masih tinggi,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (26/9).

Baca juga: Anies: PSBB Ketat Turunkan Kasus Aktif Covid-19 di DKI Jadi 12%

Dicky memandang penyebaran covid-19 di Ibu Kota masih tinggi, yang tecermin dari tingginya test positivity rate. Artinya, masih banyak kasus covid-19 di Ibu Kota yang belum terdeteksi.

“Penurunan dua pekan ini pun saya masih belum terlalu confident. Karena ini dinamikanya masih tinggi. Masih banyak masyarakat yang belum terdeteksi,” jelas Dicky.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan kapasitas testing. Namun, harus menggencarkan contact tracing yang detail, lengkap dan tuntas. Langkah ini penting untuk mencegah kemunculan klaster baru.

“Testing ini kualitas dan kuantitas harus dilakukan. Semua indikator saling terkait testing, tracing dan treatment-nya. Contact tracing itu memastikan orang-orang yang membawa virus bisa dideteksi,” pungkasnya.

Baca juga: Pekan Kedua PSBB, Positivity Rate Jakarta Turun Jadi 10,9%

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melaporkan pelambatan kenaikan kasus aktif di Ibu Kota. Tercatat, kasus aktif menurun dari 49% menjadi 12%. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim penurunan terjadi pascapenerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua pekan.

Sepanjang 30 Agustus hingga 11 September, penambahan kasus aktif covid-19 di Jakarta mencapai 49%. Namun, pada saat PSBB diterapkan, data menunjukan penurunan kasus aktif hingga 12% pada 12 September hingga 23 September.

"Peningkatan kasus aktif di Jakarta melambat dari 49% menjadi 12%. Sejak Gubernur Anies Baswesan mengambil keputusan menarik rem darurat dan kembali memberlakukan PSBB ketat," bunyi keterangan Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram resmi.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT