26 September 2020, 15:35 WIB

Cegah Penuaan Dini dan Kanker Kulit, Wajib Pakai Sunscreen


Eni Kartinah | Humaniora

SINAR ultraviolet (UV) dari matahari menjadi salah satu faktor utama perusak kulit. Sinar UV bukan hanya menimbulkan noda gelap dan kerutan yang mengganggu penampilan. Lebih dari itu, sinar UV bisa memicu kanker kulit.

Karena itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) menganjurkan kita untuk memakai sunscreen (tabir surya) setiap hari, meski kita berada dalam ruangan. Terlebih, Indonesia berada di garis khatulistiwa yang mendapat pancaran matahari kuat.

“Hampir semua daerah di Indonesia memiliki UV Index 11, artinya paparan UV-nya kuat. Dengan UV Index yang tinggi ini, kita wajib pakai sunscreen,” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Astasari Widodo Sp.KK dalam virtual launching sunscreen Anessa, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, ketika kulit terpapar UV, timbul molekul radikal bebas. Radikal bebas inilah yang merusak sel-sel kulit. Kerusakan yang terjadi bersifat kumulatif. Artinya, makin lama makin banyak hingga kemudian muncul gejala penuaan dini. Seperti, pigmentasi (timbul noda gelap), kerutan, rusaknya jaringan kolagen sehingga kulit kendur dan kusam. Bahkan, yang terparah, bisa timbul kanker kulit.

Tak hanya itu, sinar UV diketahui melipat gandakan efek polusi pada kulit. Jadi, ketika kulit terkena zat polutan, misal dari udara, ditambah dengan UV, efek kerusakan yang ditimbulkan polutan itu makin meningkat.

“Ada dua sinar UV yang merusak kulit, UV A dan B. UV A lebih banyak menyebabkan noda gelap dan kerutan. UV B menyebabkan sunburn yang ditandai kemerahan, iritasi di kulit. Menurut penelitian, ketika kulit mengalami sunburn 5 kali saja, risiko terkena kanker kulit meningkat dua kali lipat,” papar dr Arini.

Karena itu, lanjutnya, Perdoski menyarankan kita memakai sunscreen setiap hari, baik di luar maupun dalam ruangan. Sebab, sinar matahari bisa masuk ruangan, bahkan UV A bisa menembus kaca. Ada dua jenis sunscreen, physical dan chemical. Physical sunscreen bekerja dengan memantulkan sinar matahari.

Adapun chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar matahari, mengubahnya jadi energi panas dan melepaskannya. Keduanya bisa kita gunakan.

Bagaimana memilih sunscreen yang tepat? Mengingat kita berada di negara tropis dengan pancaran matahari kuat, dr Arini menyarankan memilih sunscreen berspektum luas, yakni dengan SPF minimal 30 dan PA tinggi.

SPF menandakan daya lindung sunscreen terhadap UV B. SPF 30 artinya, sunscreen membantu menahan terjadinya sunburn 30 kali lebih lama dibandingkan tanpa sunscreen. Adapun PA melindungi  dari UV A. Biasanya kekuatan PA ditandai dengan +. Sunscreen bertanda PA++++ lebih kuat daripada PA+++ dan PA++.

Agar fungsinya maksimal, sunscreen harus diaplikasikan berulang setiap dua jam. Jumlahnya pun harus memadai, yakni 1 mg per centimeter persegi atau untuk wajah sekitar satu koin. “Karena sunscreen wajib digunakan setiap hari, pilih yang nyaman di kulit ya,” sarannya.    

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur PT Shiseido Cosmetics Indonesia, Jun Kinumaki, mengungkapkan Shiseido Group memiliki misi mewujudkan dunia yang lebih baik melalui inovasi kecantikan. Berangkat dari misi itu, Shiseido Group menciptakan sunscreen Anessa, hasil dari penelitian sinar UV selama lebih dari 100 tahun dengan tujuan agar perempuan memiliki hubungan positif dengan matahari, namun kulit tetap sehat.

Ada tiga inovasi yang tercakup dalam Anessa yakni thermo booster technology, aqua booster EX technology, dan super waterproof. Dengan inovasi itu, ketika produk Anessa dioleh ke kulit, kekuatan perlindungannya terhadap UV justru makin kuat ketika terpapar sinar matahari, air, dan keringat.

Anessa mengandung SPF 50+ dan PA++++. Teksturnya ringan, tidak lengket. Selain itu, 50 persen kandungan Anessa adalah skincare, antara lain terdiri dari asam hyaluronat, kolagen, ekstrak tormentilla/yellow flower, teh hijau Kyoto Uji, dan edelweis.

Brand Manager Anessa Indonesia, Maharani Anindita, menambahkan, kesadaran masyarakat Indonesia untuk melindungi kulit dari paparan sinar sinar UV masih rendah.

“Untuk menghindari paparan sinar matahari, orang Indonesia cenderung memakai payung, berjalan di tempat teduh, menutupi wajah dan memakai baju tertutup. Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan sunscreen sehingga masyarakat Indonesia dapat bersahabat dengan matahari dan kulit tetap sehat,” pungkas Dita. (Nik/OL-09)

 

BERITA TERKAIT