26 September 2020, 13:29 WIB

Sektor Pertanian Mulai Dilirik Generasi Muda


Astri Novaria | Humaniora

PETANI milenial asal Cianjur, Sandi Octa Susila, menilai saat ini generasi muda sudah mulai melirik sektor pertanian. Hal ini menurutnya karena mulai bermunculan role model petani-petani muda yang sukses sehingga menginspirasi generasi muda untuk ikut terjun ke dunia pertanian.

"Menurut saya saat ini banyak generasi milenial yang makin tertarik dengan pertanian. Saya menerima pesan dari anak-anak milenial, banyak dari mereka yang ingin belajar bersama dan berkunjung ke kebun saya. Ada juga yang tadinya mau jual lahan warisan tapi begitu melihat ada role model akhirnya tidak jadi jual dan mereka ingin membangun dunia pertanian," jelas Sandi saat dialog santai dalam program Nunggu Sunset bertajuk Muda, Keren, dan Bertani yang diadakan Media Indonesia, Kamis (24/9). 

Baca juga: Teknologi Hijau Ozon untuk Lindungi Bumi

Hal ini berbeda dengan kondisi lima tahun yang lalu ketika ia masih duduk di bangku perkuliahan di Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil Agronomi dan Hortikultura. Sandi mengakui saat itu banyak sekali teman-temannya yang justru tertarik mengambil jalur profesional dibandingkan menekuni dan bekerja di sektor pertanian. 

Menurut Sandi, salah satu faktor minimnya minat generasi milenial saat itu ialah karena adanya citra buruk petani yang dianggap tidak bergengsi dan dipandang sebelah mata. Di mata anak-anak, petani hanya orang-orang yang harus menceburkan diri di sawah, kotor, belepotan tanah, mencangkul, menanam padi, dan terpapar sinar matahari.

"Konotasi itu yang dihadirkan sehingga membuat sektor pertanian tampak kurang bonafit. Selain itu, anak-anak muda tidak melihat adanya sosok-sosok yang inspiratif," imbuhnya.

Maksud itulah yang ia tangkap dari Kementerian Pertanian hingga menetapkan 67 orang pelopor atau Duta Petani Milenial (DPM) termasuk dirinya dan Duta Petani Andalan (DPA) dari seluruh provinsi di Indonesia.

Citra petani yang awalnya dipandang sebelah mata, ternyata dibantahkan oleh Sandi. Pria usia 27 tahun yang kini telah sukses bekerja sama dengan 385 petani itu sesekali turun ke sawah dengan menggunakan motor gedenya. Sembari menjalani hobi, Sandi pun bisa memperluas jaringan untuk mengembangkan bisnisnya.

"Sambil motoran sambil bisnis, enak. Saya jadi kenal komunitas. Ternyata ada yang butuh katering sayuran, ada yang di fastfood, dan ini jadi terkoneksi dengan kita. Semua kenal karena di komunitas itu," jelasnya.

Dengan tumbuhnya minat generasi muda untuk menjadi petani dan ditambah memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai 64 persen sehingga menghadirkan komposisi usia produktif ketimbang usia non produktif diharapkan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045.

"Jadi, bagi anak-anak muda, melangkah lah hari ini yang menentukan kita di kemudian hari. Kalau teman-teman salah melangkah maka mimpi itu tidak akan tercapai, tapi kalau melangkah dengan benar dan beriringan memajukan sektor pertanian maka target Indonesia menjadi lumbung dunia akan tercapai. Diharapkan kita bisa bersinergi untuk memberikan memberikan senyuman untuk ibu pertiwi," pungkasnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Simak obrolan Media Indonesia bersama Siti Soraya Cassandra, Co-Founder dari Kebun Kumara dan Sandi Octa Susila, petani asal Cianjur yang juga dinobatkan sebagai Duta Petani Milenial Indonesia oleh Kementerian Pertanian 2019. Seperti yang disampaikan oleh Sandra (@kebunkumara), yang terpenting menjadi apapun kita, termasuk memilih menjadi seorang petani harus memiliki pemahaman yang lebih lestari dan menjunjung nilai-nilai yang holistik. Jangan sampai menjadi petani yang memiliki pola pikir yang serakah yang nantinya justru berdampak buruk bagi pertanian Indonesia. Diharapkan juga dengan munculnya role model petani-petani milenial seperti Sandi (@sandioctas) bisa menjadi penyemangat dan lebih optimistis menatap target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045. Sudah saatnya estafet petani selanjutnya berada pada pundak generasi muda, kalian yang punya inovasi dan gagasan kreatif sangat dinanti bagi kelangsungan pertanian di Indonesia. Selamat Hari Tani Nasional!

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

(OL-6)

BERITA TERKAIT