26 September 2020, 13:20 WIB

Resmi Beroperasi, Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Minggu


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

PASCADIRESMIKAN oleh Presiden RI Joko Widodo pada Jumat (25/9) secara virtual, Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Pekanbaru-Dumai (Permai) mulai beroperasi sepenuhnya pada Sabtu (26/9).

Tepatnya pada pukul 07.30 WIB, telah dilaksanakan Open Traffic Pertama dengan melakukan tapping kartu tol pertama di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai tepatnya di Gerbang Tol (GT) Pekanbaru yang dipimpin oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar dan didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) serta Branch Manager Cabang Tol Permai AA. G. Indrayana.

Setelah dilakukan Open Traffic Pertama, barulah pada pukul 08.00 WIB Jalan Tol Pekanbaru-Dumai resmi dibuka untuk umum. Para pengguna jalan yang berasal dari Kota Pekanbaru sudah dapat melintas di tol sepanjang 131 kilometer ini menuju arah Dumai maupun sebaliknya.

PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol pertama di Provinsi Riau memastikan saat ini Tol Pekanbaru-Dumai sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Pekanbaru hingga Dumai dan belum dikenakan tarif selama dua minggu.

Meski masih gratis, pengguna jalan tetap harus melakukan tapping kartu uang elektronik ketika hendak melintas.

Direktur Operasi I Hutama Karya Suroto mengatakan pihaknya baru akan mengenakan tarif jika Surat Keputusan (SK) Penentuan Tarif Tol oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah terbit.

"Seperti ruas tol lainnya yang baru diresmikan, perlu dilakukan sosialiasi terlebih dahulu, itu lah yang saat ini sedang kami lakukan. Jika ingin melintas di Tol Pekanbaru-Dumai saat ini gratis karena masih dalam masa sosialisasi. Sosialisasi masif secara offline dan online kami gencarkan mengingat ini merupakan jalan tol pertama bagi masyarakat di Provinsi Riau," ucap Suroto.

Baca juga: Tol Pekanbaru-Dumai Diminati Investor

Suroto menambahkan, banyak hal yang perlu diedukasi kepada masyarakat sekitar, seperti informasi mengenai aturan dan tata tertib berkendara di jalan tol, cara penggunaan kartu uang elektronik di jalan tol, informasi call center yang harus dihubungi, serta imbauan berkendara dengan selamat, dan sebagainya.

Suroto pun menjelaskan Tol Pekanbaru-Dumai dapat memangkas jarak tempuh, dari yang sebelumnya 4 jam menjadi 2 jam saja.

"Dengan dioperasikannya tol ini diharapkan dapat menjadi gerbang perekonomian Indonesia-ASEAN. Secara tidak langsung tol menjadi konektivitas bisnis antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya, karena tol ini terhubung dengan berbagai kawasan produktif di Dumai yang ujungnya bersinggungan dengan pelabuhan Roro, salah satu pelabuhan produktif yang ada di Dumai," jelas Suroto.

Tol Pekanbaru-Dumai terdiri dari 6 (enam) seksi yaitu Seksi 1 Pekanbaru-Minas (9,5km), Seksi 2 Minas-Kandis Selatan (24,1km), Seksi 3 Kandis Selatan-Kandis Utara (16,9km), Seksi 4 Kandis Utara-Duri Selatan (26,5km), Seksi 5 Duri Selatan-Duri Utara (29,54km), dan Seksi 6 Duri Utara-Dumai (25,05km). Tol ini juga akan dilengkapi dengan 10 Tokasi Istirahat dan Pelayanan (TIP), 5 (lima) TIP arah Kota Pekanbaru dan 5  TIP lainnya arah Kota Dumai. 10 TIP ini terbagi menjadi 2 (dua) tipe yakni Tipe A yang terletak di Seksi 2 Minas-Kandis Selatan KM 14,5 dan Seksi 3 Kandis Selatan-Kandis Utara KM 45.

Sedangkan TIP Tipe B terletak di Seksi 4 Kandis Utara-Duri Selatan KM 64, Seksi 5 Duri Selatan-Duri Utara KM 82 dan Seksi 6 Duri Utara-Dumai KM 13.

"Saat ini sambil menunggu proses pembangunan TIP, kami menyediakan 4 titik Tempat Istirahat Sementara (TIS) yang berada di KM 45 Jalur A, KM 65 Jalur B, KM 82 Jalur A, dan KM 82 Jalur B yang didalamnya terdapat fasilitas seperti toilet, musala, minimarket sampai dengan tenant UMKM mitra binaan juga sudah mengisi TIS tersebut, bahkan di KM 45 dan KM65 juga sudah tersedia SPBU," tukasnya.

Pihaknya berharap Tol Pekanbaru-Dumai ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, namun juga bagi masyarakat di Provinsi Riau. Karena, pada saat pembangunan hingga pengoperasiannya nanti, terdapat puluhan tenaga kerja lokal yang diperdayakan.

Sebagai jalan tol pertama di Provinsi Riau, Hutama Karya berharap kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di rata-rata 60-80 km/jam.

Hutama Karya juga mengimbau pengguna jalan dapat mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta memastikan kecukupan saldo Uang Elektronik (UE) sebelum melintas di Jalan Tol, serta selalu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan selama dua minggu ke depan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) digratiskan bagi seluruh masyarakat yang ingin melewatinya. Namun tetap menggunakan kartu yang telah disediakan.

"Meskipun gratis selama dua minggu, tapi masuk tol tetap menggunakan kartu," ujar Syamsuar.

Adapun kartu tol yang digunakan bisa dibeli di beberapa bank yang telah ditentukan yakni Bank BNI, Bank BRI, Bank BRK, Bank BCA dan Bank Mandiri.

"Bagi masyarakat yang ingin melewati tol Permai ini silakan membeli kartu ke bank yang telah di tetapkan," ujarnya.

Demi kenyamanan bersama, orang nomor satu di Riau ini berpesan agar
bisa menggunakan jalan Tol Permai dalam keadaan aman dan lancar.(OL-5)

BERITA TERKAIT