26 September 2020, 13:05 WIB

Pemprov DKI Terus Keruk Sungai Tingkatkan Kapasitas Air


Hilda Julaika | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih akan terus melakukan pengerukan sungai dan waduk. Menurut Sekretaris Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Dudi Gardesi, pengerukan sungai merupakan salah satu aktivitas rutin yang memang seharusnya dilakukan untuk mengantisipasi banjir di ibu kota.

“Intinya di waduk-waduk dan di kali-kali, lalu alat-alat kita tetap bekerja sebagaimana mestinya untuk pengerukan. Karena kita memang punya sumber daya sendirikan, punya truk, alat berat, kontraktor dan pasukannya juga sehingga itu jalan terus baik yang menggunakan alat maupun manual pakai orang,” kata Dudi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (26/9).

Adapun pengerukan sungai ini bertujuan meningkatkan kapasitas air. Sehingga, saat curah hujan deras dan menimbulkan genangan air, sungai-sungai di Jakarta mampu untuk menampungnya.

Sementara itu, untuk target kapasitas pengerukan, pihaknya mengaku belum memiliki desain detailnya. Lantaran, saat ini, tengah dalam situasi mendesak adanya potensi musim hujan lebih cepat.

“Kalau sekarang ini kita lebih ke arah meningkatkan kapasitas. Apakah desainnya seperti apa itu kita masih agak meraba-raba dalam artian sedalam apa desain dulunya. Karena banyak rencana pekerjaan atau gambar-gambar itu juga kita tidak pegang. Makanya harus diukur ulang, cuma kalau harus ukur ulang dan segala macam kan memerlukan waktu lagi. Sedangkan ini kan sifatnya agak mendesak sehingga kita kerjakan aja dulu,” paparnya.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perbaiki Pompa di 15 Underpass

Sementara itu, dalam pelaksanaan teknis, menurutnya, harus mengutamakan kehati-hatian. Sebab, berdasarkan laporan-laporan yang diterima, pengerukan sudah terjadi lama. Sehingga sekarang cukup banyak juga yang perlu dilakukan.

“Dalam pelaksanaan teknisnya lebih ke arah kehati-hatian tapi memang kalau di laporan yang saya terima kebanyakan saluran itu setelah dulu pernah dikeruk, belum pernah dikeruk-keruk lagi sehingga sekarang cukup banyak juga yang kita lakukan. Kita buang ke CDF Ancol,” jelasnya.

“Kita bergerak (pengerukan) sampai batas jangan sampai menimbulkan kerusakan di strukturnya. Takutnya banjir rob dan segala macem,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT