26 September 2020, 12:35 WIB

Muktamar Parmusi, Presiden Ajak Umat Bersatu Hadapi Pandemi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengajak umat untuk bersatu menghadapi pandemi covid-19. Kepala Negara juga mengajak semua pihak bergotong-royong membantu sesama yang mengalami kesulitan ekonomi dampak dari pandemi.

"Kita tidak boleh menyerah. Kita harus berikhtiar sekuat tenaga untuk mengendalikan covid-19 sekaligus membantu saudara-saudara kita agar tidak semakin terpuruk karena kesulitan ekonomi," jelas Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Muktamar IV Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (26/9).

Presiden menegaskan pemerintah memprioritaskan kesehatan masyarakat dalam penanganan wabah. Presiden menyebutkan tingkat kesembuhan covid-19 yang saat ini 73,5% akan terus diupayakan meningkat. Tingkat kematian dan penularan juga akan terus ditekan agar kurva pandemi bisa segera melandai.

"Saya ingin kembali menegaskan, bagi pemerintah kesehatan rakyat, keselamatan umat adalah yang utama. Bagi yang sehat kita jaga agar tidak terpapar, bagi yang sudah terpapar kita berupaya segera untuk bisa disembuhkan," ucap Jokowi.

Baca juga : Presiden: Kesehatan Masyarakat Prioritas Utama

Presiden mengatakan persoalan pandemi ini membutuhkan kesadaran bersama dan terlalu besar untuk diselesaikan sendirian oleh pemerintah. Kunci untuk menekan penularan terletak pada penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Dalam mencegah penyebaran covid-19, tidak ada cara lain kecuali kita disiplin menjalankan protokol kesehatan, disiplin menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru yang aman dari covid-19," ucapnya.

Di tengah prioritas kesehatan tersebut, imbuh Presiden, pemerintah juga bekerja keras untuk menjaga dan memulihkan perekonomian. Sejumlah program dengan alokasi dana sebesar Rp203,9 triliun dikeluarkan pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi.

Program tersebut di antaranya terealisasi dalam berbagai bentuk seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Nontunai, Sembako, Bantuan Sosial Tunai, Kartu Prakerja, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Bantuan Presiden Produktif, Subsidi Gaji, hingga diskon tarif listrik.

"Realisasi program ini terutama perlindungan sosial kita harapkan mengurangi beban masyarakat dan memicu produktivitas. Sekali lagi saya sampaikan penanganan kesehatan adalah yang utama. Yang lebih utama pencegahan penularan, saya minta kepada semua pihak disiplin menjalankan protokol kesehatan agar penularan bisa ditekan dan kehidupan masyarakat bisa berjalan normal kembali," tandasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT