26 September 2020, 09:05 WIB

Waspada, Fintech Ilegal Masih Berkeliaran Cari Mangsa


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

SATGAS Waspada Investasi meminta masyarakat mewaspadai penawaran pinjaman dana dan investasi dari fintech ilegal. Pasalnya, hingga September Satgas menemukan 126 fintech peer to peer lending ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengungkapkan, masih ditemukan penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini.

"Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat,” jelas Tongam dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (25/9).

Menurutnya, pinjaman dari fintech lending ilegal selalu mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek serta meminta semua akses data kontak di telepon genggam, yang digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan.

Tongam menjelaskan, semua temuan Satgas Waspada Investasi ini identitasnya sudah diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk diblokir aksesnya di laman internet dan di aplikasi jaringan seluler.

Satgas juga sudah menyampaikan laporan informasi identitas fintech lending ilegal ini kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Hingga September ini Satgas dalam operasinya kembali menemukan 126 fintech peer to peer lending ilegal, serta 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin.

Adapun total fintech ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi untuk ditutup sejak tahun 2018 s.d. September 2020 mencapai 2840 entitas. (E-1)

BERITA TERKAIT