26 September 2020, 08:36 WIB

Lagi, TPU Pondok Ranggon Cetak Rekor Pemakaman Jenazah Covid-19


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

JENAZAH terkonfirmasi positif covid-19 yang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, mulai Jumat (25/9) pukul 06.00 WIB hingga Sabtu (26/9) dini hari mencapai 46 orang yang terdiri dari 32 laki-laki dan 14 perempuan.

Sehari sebelumnya, Kamis (24/9), tempat pemakaman plat merah tersebut juga mencetak rekor yakni memakamkan 41 jenazah dalam sehari yang terdiri dari 31 laki-laki dan 10 perempuan.

Jenazah yang dikebumikan hari Jumat itu merupakan kenaikan harian tertinggi sejak kali pertama Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus covid-19 pada 2 Maret 2020.

"Ini pemakaman harian paling tertinggi sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk TPU Pondok Ranggon sebagai tempat khusus pemakaman jenazah covid-19 atau sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Mei 2020," ungkap Kepala Satuan Pelaksana Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon Marton Sinaga saat dihubungi Sabtu (26/9).

Baca juga: Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Kembali Meroket

Dengan penambahan 46 jenazah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 tersebut, maka jumlah yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon mencapai 3.600 jenazah.

Angka ini dihitung berdasarkan jumlah petak. Per petak makam berjumlah 300 jenazah, kemudian dikalikan 12 petak, sehingga dapat hasil 3.600 jenazah.

Khusus TPU Pondok Ranggon, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan lahan seluas 10.000 meter persegi atau 1 hektare (ha) untuk pemakaman covid-19.

"Lahan covid-19 di TPU Pondok Ranggon saat ini kian kritis, ini fakta," ujar Marton.

Untuk 46 jenazah covid-19 yang dikuburkan pada Jumat (25/9), TPU Pondok Ranggon memanfaatkan lahan perbukitan yang diselimuti rumput lebat yang lokasinya di pinggir kali kecil di perbatasan wilayah Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dan RT 003 RW 02 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

"Lahan perbukitan berumput lebat disana kami padatkan, supaya jenazah pasien covid-19 bisa dimakamkan," tuturnya.

Untuk meratakan lahan perbukitan yang diselimuti rerumputan berikut penguburan, pihaknya melakukan kerja super ekstra dari pagi hingga dini hari.

"Di kita ada 125 orang tenaga gali tutup makam. Sepertiga dari jumlah itu kita tugasi untuk meratakan lahan. Adapun dua pertiga lainnya kita tugasi menggali liang dan melakukan penguburan jenazah covid-19," tukasnya.

Selain covid-19, dua pertiga pekerja gali tutup ditugasi juga menggali dan menguburkan jenazah reguler yang rata-rata 15-17 jenazah dalam sehari.

"Yang dimaksud pemakaman jenazah reguler yakni jenazah yang meninggal akibat sakit umum," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT