26 September 2020, 05:40 WIB

Mendorong Kebangkitan Pariwisata


(HK/UL/PT/RF/N-3) | Nusantara

SEKTOR pariwisata menjadi salah satu fokus upaya pemerintah membangkitkan perekonomian yang terpuruk akibat pandemi. Pertimbangannya, seperti diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, karena sektor pariwisata paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja.

"Jumlah tenaga kerja di sektor ini terus mengalami kenaikan sejak 2010. Pemerintah terus berupaya mempercepat kebangkitannya," ujarnya di kawasan wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, kemarin.

Salah satu yang dilakukan, tambahnya, melakukan optimalisasi belanja pemerintah dengan membuat sejumlah kegiatan. "Seperti rapat koordinasi pimpinan yang kita gelar hari ini. Ini upaya kita untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE)," papar Airlangga.

Ia mengakui pandemi menjadi momentum bagi pemerintah untuk merumuskan kembali kebijakan transformasi ekonomi nasional. Meskipun dunia usaha terdampak secara luas, upaya pemulihan ekonomi di semua sektor dengan mengedepankan aspek kesehatan sebagai prioritas tetap menjadi fokus utama pemerintah.

Di sejumlah daerah, keinginan pemerintah membangkitkan sektor pariwisata juga mendapat sambutan. Di Jawa Barat, misalnya, para pelaku jasa wisata membentuk Asosiasi Pelaku Pariwisata Indramayu. "Kami sepakat untuk bersatu dan bersama-sama menggeliatkan kembali pariwisata. Indramayu memiliki destinasi unggulan berupa wisata pantai dan religi. Ini yang harus kami kawal dan bangkitkan," ungkap Ketua Asosiasi, Akso.

Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat menyambut kehadiran asosiasi dengan tangan terbuka. "APPI akan menjadi energi tambahan bagi pemkab untuk secepatnya memulihkan sektor wisata."

Masih di Jawa Barat, makam Sunan Gunung Jati yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon dipilih untuk menerapkan program Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Sudah waktunya kita menata tempat tujuan wisata untuk bisa memberikan kesan dan pengalaman terbaik bagi para wisatawan," ujar Direktur Hubungan Antarlembaga, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Candra Negara.

Bupati Imron Rosyadi mengakui pemilihan makam Sunan Gunung Jati sangat tepat karena lokasi itu menjadi cerminan Cirebon secara keseluruhan.

Tidak mau kalah, Pemkab Lembata, Nusa Tenggara Timur, merangkul Badan Otorita Labuan Bajo Flores untuk memacu kreativitas pelaku pariwisata yang melesu akibat pandemi. Mereka melatih 40 pedagang kuliner di objek wisata Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun, Lembata.

"Pelatihan pembuatan makanan olahan siap saji ini dikemas untuk membantu masyarakat tetap mendapat pemasukan," kata Kepala Dinas Pariwisata Apolonaris Mayan.

Sementara itu, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengusulkan cagar budaya Wisma Bougenville Belitung didorong menjadi daya tarik wisata baru. (HK/UL/PT/RF/N-3)

BERITA TERKAIT