26 September 2020, 06:26 WIB

37 Pegawai KPK Mundur sejak Januari-September


Dhk/Cah/Ant/P-1 | Politik dan Hukum

WAKIL Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut total terdapat 37 pegawai KPK yang telah mundur sejak Januari sampai awal September 2020. Rinciannya sebanyak 29 pegawai tetap dan delapan orang pegawai tidak tetap.

Menurut Nawawi, alasan umum pengunduran diri dari para pegawai tersebut ingin mencari tantangan kerja di tempat lain dan juga alasan keluarga.

Sebelumnya, pegawai KPK sekaligus Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah telah mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September 2020 kepada Pimpinan, Sekjen, dan Kepala Biro SDM KPK. Saat ini, surat pengundurannya tersebut sedang diproses di Biro SDM KPK. Adapun salah satu alasan pengunduran diri Febri disebabkan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK.

“Mungkin saya orang pertama yang diajak bicara Mas Feb soal keinginannya untuk resign. Kami berdiskusi di ruang kerja saya beberapa waktu lalu sebelum yang bersangkutan mengajukan surat permohonannya meski berat bagi saya kehilangan sahabat berdiskusi,” kata Nawawi.

Namun, ia tetap menghormati keputusan yang telah diambil Febri tersebut dan percaya Febri tetap akan berkontribusi terhadap pemberantasan korupsi.

Ia pun telah membaca surat pengunduran diri yang ditulis Febri, yang pada akhir suratnya menyatakan tidak akan keluar dari KPK dalam artian yang sebenarnya. “Pada baris akhir surat permohonan mundurnya dia menulis, dia tak pernah keluar dari KPK dalam artian yang sebenarnya, semangatnya masih berada bersama lembaga ini.”

Sebelum bergabung ke KPK, Febri memulai kariernya sebagai aktivis antikorupsi di Indonesia Corruption Watch (ICW). Selama di ICW, Febri bergerak di bagian program monitoring hukum dan peradilan. Ia juga pernah mendapatkan Charta Politika Award pada 28 Februari 2012.

Penyidik KPK Novel Baswedan pun menyayangkan pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK karena selama ini telah berkerja baik dan berdedikasi dalam pemberantasan korupsi.

“Sebagai kawan, saya mengetahui bahwa Febri bekerja baik dan berdedikasi. Bila pemerintah tidak mendukung dan KPK tidak tampak sungguh-sungguh untuk berantas korupsi, orang-orang yang memilih jalan untuk berjuang dalam rangka memberantas korupsi akan meninggalkan gelanggang yang tidak ada harapan.”

Dalam salah satu alasannya, Febri mengungkapkan salah satu alasan mundur karena kondisi KPK yang sudah berubah saat ini. (Dhk/Cah/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT