26 September 2020, 05:25 WIB

Keluarga Jalani Tes Usap Pascadangdutan Pandemi


(JI/N-1) | Nusantara

KELUARGA Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, menjalani tes usap untuk memastikan apakah terpapar atau tidak seusai menggelar hiburan dangdutan yang menimbulkan kerumunan massa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Sri Primawati Indraswari, menyampaikan ada enam anggota keluarga Wasmad Edi Susilo yang dites usap. Nanti kalau ada yang positif akan kita lakukan tracking," terangnya, Jumat (25/9).

Sehubungan dengan kontroversi perizinan penyelenggaraan dangdutan di Lapangan Tegal Selatan pada masa pandemi covid-19 sehingga mengakibatkan kerumunan, Primawati menyebut tidak berwenang mengomentari. "Dinkes tidak diminta pertimbangan status epidemiologi di Kota Tegal. Waktu itu Dinkes tidak dilibatkan, juga tidak ada permohonan sehingga tidak memunyai wewenang pemberian izin," jelas Primawati.

Izin menjadi polemik karena pihak kepolisian merasa sudah mencabut pada hari H (23/9). Izin diajukan pihak hajatan pada 1 September dalam rangka pernikahan anak Wasmad.

Polsek Tegal Selatan mengizinkan sepanjang mematuhi protokol kesehatan dan tidak melaksanakan kegiatan bersifat pengumpulan masa.

Kapolsek Tegal Selatan Komisaris Juharno sebagaimana dikutip media setempat mengatakan pihak hajatan berkilah hiburan yang disajikan hanya organ tunggal untuk mengiringi tamu undangan makan siang secara prasmanan. "Jadi bukan menggelar konser yang megah," cetusnya.

Namun, pada hari H ternyata ada hiburan dengan panggung besar mirip konser. Karena dikhawatirkan mengundang kerumunan massa, polisi mencabut izin yang telah diterbitkan dan pemilik hajatan dapat menerima.

Oleh sebab itu, pada saat acara dangdutan berlangsung, tidak ada polisi ataupun anggota Koramil Tegal Selatan yang mengamankan karena penyelenggara mengaku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Polisi sedang menggali potensi pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Wasmad Edi Susilo secara terpisah mengaku khilaf dan meminta maaf atas hajatan anaknya yang viral. "Pertama-tama saya meminta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya, utamanya juga seluruh aparat penegak hukum dan pemerintahan," ucap politikus Golkar tersebut. (JI/N-1)

BERITA TERKAIT