26 September 2020, 05:31 WIB

Adaptasikan Pancasila dalam Kehidupan


Cah/P-5 | Politik dan Hukum

PENERAPAN nilai-nilai Pancasila membutuhkan adaptasi dengan kekhasan yang dimiliki setiap daerah. Konsensus seluruh bangsa Indonesia ini dapat masuk ke semua aktivitas kehidupan dan mengantisipasi berbagai ancaman bangsa, seperti narkotika hingga terorisme.

“Untuk masyarakat kelas menengah atas lewat dialog, sedangkan kelas menengah ke bawah tidak harus penataran. Bisa lewat praktik, aktivitas sehari-hari,” ujar Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

Hariyono pada diskusi bertajuk Peningkatan Integritas Masyarakat Perbatasan melalui Penguatan Ideologi Pancasila dan Bantuan Sosial di Kota Batam, Riau, melalui keterangan resmi, kemarin.

Pada kesempatan itu, hadir pula Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Anjan Pramuka, serta Kepala Bagian Program dan Anggaran Kementerian Sosial Sri Wulan Sugiharti. Dialog itu bagian dari pertemuan Koordinasi Peningkatan Aparatur Pemerintahan Kecamatan Perbatasan Tahun 2020 Regional I yang digelar Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Hariyono menyebut para camat selaku garda terdepan perwakilan pemerintah terhadap masyarakat di perbatasan sejatinya dapat menggelorakan Pancasila. Pasalnya, Pancasila tak serta merta dapat terwujud di lapangan yang membutuhkan keluwesan dalam menyosialisasikannya.

Guru Besar Universitas Negeri Malang ini juga mengingatkan pentingnya martabat dan harga diri bangsa. Caranya meningkatkan mutu manusia dengan memposisikan Pancasila sebagai landasan berpikir, pengambilan kebijakan, dan pembuatan peraturan.

“Menjadikan nilai-nilai Pancasila secara struktural dan kultural. Dalam konteks pandemi, banyak kearifan lokal yang bisa kita gali. Para camat bisa bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan sebagainya. Tentu tiap kecamatan berbeda-beda,” cetusnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNN Anjan Pramuka mengingatkan para camat bahwa Indonesia sedang darurat narkoba. Bahkan di masa pandemi, jumlah kasus kian marak dengan berbagai modus operandi. Pihaknya, terus melaksanakan optimalisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) khususnya di daerah perbatasan.

“Modusnya di airport, seaport, land border. Kita terus cegah peredaran narkotika di daerah perbatasan negara,” katanya. (Cah/P-5)

BERITA TERKAIT