26 September 2020, 04:47 WIB

Tol Pekanbaru-Dumai Diminati Investor


Ins/Pra/RK/X-11 | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo kemarin secara virtual meresmikan jalan tol pertama di Provinsi Riau, yakni Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer.

“Alhamdulillah pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai dengan biaya Rp12,18 triliun telah rampung dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat,” ujar Jokowi.

Meski baru diresmikan, imbuh Jokowi, tol ini sudah mengundang minat investor untuk mengembangkan usaha di sekitarnya, dari sektor industri, perumahan, hingga pariwisata, yang semuanya berpotensi membuka lapangan pekerjaan.

“Minat investor untuk ikut mendukung pengembangan daerah harus direspons cepat sehingga pemerintah daerah dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan infrastruktur yang dibangun pemerintah,” kata Jokowi.

Presiden meyakini konektivitas di kawasan itu juga akan semakin efektif. Kendaraan-kendaraan logistik pengangkut sawit, minyak, dan komoditas-komoditas unggulan lain akan lebih efisien dari sisi waktu dan biaya.

“Jalan tol ini memperpendek jarak tempuh Pekanbaru-Dumai dari sebelumnya 200 kilometer menjadi hanya 131 kilometer,” ujar Jokowi.

Gubernur Riau Syamsuar meyakini pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai akan mendorong kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. Terlebih Kota Dumai merupakan pelabuhan utama di Riau, yang juga menjadi pintu bagi kegiatan ekspor dan impor.

Keberadaan jalan bebas hambatan juga akan mendongkrak pariwisata Pulau Rupat yang merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia.

Tarif lebih murah

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan tarif Tol Pekanbaru-Dumai untuk kendaraan golongan satu ditetapkan sebesar Rp900 per kilometer. Besaran itu relatif murah jika dibandingkan dengan tarif tol-tol baru di Jawa.

“Murah dan mahal itu kan relatif. Tapi kalau kita bandingkan dengan tol baru di Jawa, ini jauh lebih murah. Di Jawa bisa Rp1.600 per kilometer,” ujar Basuki.

Ia mengungkapkan hal tersebut bisa terjadi karena biaya pembebasan lahan di Sumatra lebih murah daripada di Jawa. Untuk dua pekan ke depan, masyarakat juga masih bisa memanfaatkan Tol Pekanbaru-Dumai secara gratis.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, menyebut underpass di sepanjang tol tersebut juga bisa dilintasi gajah. “Jalan tol ini memang melewati habitat gajah di Kabupaten Bengkalis. Underpass disiapkan agar jalur jelajah gajah tidak terputus,” ungkapnya. (Ins/Pra/RK/X-11)

BERITA TERKAIT