26 September 2020, 01:45 WIB

Kim Jong-un Mohon Maaf soal Penembakan


MI | Internasional

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un telah meminta maaf atas penembakan fatal terhadap seorang pejabat perikanan Korea Selatan oleh militer, awal pekan ini.

Kantor berita Yonhap, kemarin, melaporkan bahwa dalam surat resmi yang dikirim ke Seoul, Korea Utara menyampaikan pesan Kim. Pemimpin Korea Utara itu merasa sangat menyesal atas insiden yang telah mengecewa kan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. 

Disebutkan dalam surat itu bahwa korban menyusup ke perairan Utara dan militer bertindak sesuai dengan peraturan. Korea Utara pun mengklarifikasi tidak membakar tubuh korban, tetapi alat pelampung yang dia gunakan.

“Pasukan tidak dapat menemukan penyusup tak dikenal selama pencarian setelah melepaskan tembakan dan membakar perangkat tersebut di bawah tindakan pencegahan penyakit darurat nasional,” kata Suh Hoon, penasihat keamanan Moon, mengacu pada surat Korea Utara.

Atas insiden itu, Moon menghadapi tekanan politik yang kuat. Hal itu bertepatan dengan dorongan kebijakan baru untuk melibatkan Pyongyang. Sebelumnya, pejabat itu menghilang dari kapal patroli perikanan pada Senin (21/9) ketika berada sekitar 10 km (enam mil) selatan dari Garis Batas Utara (NLL). 

Garis itu merupakan kontrol militer yang disengketakan yang bertindak sebagai batas laut de facto antara kedua Korea. Setelah melakukan analisis intelijen, militer Korea Selatan mengonfirmasi bahwa Korea Utara menembaki seorang warga Korea Selatan yang mengapung di perairan dan membakar tubuhnya, kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

“Tentara Korea Utara melepaskan lebih dari 10 tembakan ke pria itu, setelah dia tidak mengungkapkan identitasnya dan mencoba melarikan diri,” ungkap Suh, mengutip isi surat dari Korea Utara.

Namun, surat tersebut menyebutkan, tentara Korea Utara membakar pelampung yang pejabat Korea Selatan gunakan, berdasarkan panduan penanganan virus korona mereka, dan bukan tubuhnya.

Korea Utara kemudian melakukan penyelidikan dan melaporkan bahwa tentara di dekat perbatasan laut barat telah melepaskan sedikitnya 10 tembakan ke Korea Selatan. Komandan Pasukan ASKorea Selatan Robert Abrams menyatakan pada awal bulan ini, Korea Utara mengeluarkan perintah tembak untuk membunuh demi mencegah virus korona memasuki negara itu dari Tiongkok, menciptakan ‘zona penyangga’ di perbatasan dengan tentara pasukan khusus yang siap membunuh. (Van/Aljazeera/I-1)
 

BERITA TERKAIT