26 September 2020, 01:15 WIB

Amerika Serikat Alami 7 Juta Kasus Covid-19


Faustinus Nua | Internasional

JUMLAH kasus virus korona baru di AS kini telah mencapai 7 juta atau lebih dari 20% dari total kasus dunia. 

Ini terjadi antara lain karena negara bagian di bagian barat AS melaporkan lonjakan signifikan selama September. Kasus terkonfirmasi di AS ialah yang tertinggi di dunia diikuti India dengan 5,7 juta kasus dan Brasil dengan 4,6 juta. AS saat ini rata-rata mengalami 40.000 infeksi baru per hari.

Rekor terbaru ini muncul hanya beberapa hari setelah negara itu melaporkan lebih dari 200.000 kematian karena covid-19 yang sekaligus menjadi jumlah kematian tertinggi di dunia. Setiap hari lebih dari 700 orang meninggal di AS akibat virus tersebut.

Semua negara bagian di wilayah barat, kecuali Ohio melaporkan lebih banyak kasus dalam empat minggu terakhir jika dibandingkan dengan empat minggu sebelumnya. South Dakota dan North Dakota merupakan yang tertinggi. 

South Dakota mengalami peningkatan persentase terbesar, yaitu 166% dengan 8.129 kasus baru. Sementara itu, kasus baru di North Dakota berlipat ganda menjadi 8.752 jika dibandingkan dengan 4.243 kasus pada waktu yang sama pada Agustus.

Banyak kasus di kedua negara bagian tersebut telah dikaitkan dengan reli sepeda motor tahunan di Sturgis, South Dakota, yang menarik ratusan ribu pengunjung. Kasus baru naik minggu lalu setelah sempat turun selama delapan minggu berturutturut. 

Pakar kesehatan percaya lonjakan ini terjadi juga karena pembukaan kembali sekolah dan universitas serta pesta selama liburan Hari Buruh baru-baru ini. Sebuah studi oleh para peneliti dari University of North Carolina di Greensboro, Indiana University, University of Washington, dan Davidson College mengatakan pembukaan kembali sekolah dan universitas baru-baru ini dapat dikaitkan dengan lebih dari 3.000 kasus tambahan.

Di Eropa, orang kini terancam sekaligus oleh covid-19 dan flu reguler. Komisioner kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides mengatakan telah terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus covid-19 sejak Agustus.

Beberapa negara juga sudah melaporkan jumlah kasus yang lebih tinggi daripada periode puncak covid-19 pada Maret lalu. Orang dewasa yang berisiko tinggi terkena flu juga paling berisiko terkena covid-19. 

Penelitian oleh para ilmuwan di Public Health England yang dirilis minggu ini menunjukkan risiko kematian lebih dari dua kali lipat pada orang yang dites positif flu dan covid-19 jika dibandingkan dengan mereka yang hanya terinfeksi covid-19.


Kasus di Israel

Lockdown nasional kedua di Israel dilaporkan telah gagal menurunkan tingkat infeksi covid-19 sepekan setelah diberlakukan. 

Israel memiliki tingkat infeksi virus korona per kapita tertinggi di dunia, dengan lebih dari 200.000 infeksi dari total populasi 9 juta jiwa. Pemerintah Israel kini memperketat pembatasan wilayah dan akan menutup sebagian besar tempat kerja hingga pusat perbelanjaan. “Menyelamatkan nyawa warga adalah prioritas kami,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT