25 September 2020, 21:56 WIB

Ketaatan Prokes Harus Berlanjut Hingga Kampanye Usai


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MASYARAKAT telah melihat ketaatan pelaksana hingga aktor utama yaitu para kandidat pemilihan kepala daerah (Pilkada) terhadap protokol kesehatan pada pengundian nomor urut. Sikap serupa mesti terjaga mulai 26 September hingga 5 Desember atau hari terakhir masa kampanye supaya pesta demokrasi di 270 daerah terhindar dari penularan covid-19.

"Konsistensi dan komitmen kepatuhan peserta pemilihan dan juga para pihak baru akan terlihat dan teruji saat kampanye sudah berjalan,"ujar Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Media Indonesia, Jumat (25/9).

Menurut dia, sinergisitas para pihak yang terlibat di pilkada harus selalu kuat dan solid. Terlebih durasi kampanye cukup panjang, yaitu selama 71 hari dan berpotensi terdapat godaan untuk menabrak aturan yang berlaku.

"Soliditas yang ditunjukkan jajaran KPU, pengawas pemilihan, pihak kemananan, dan pemerintah daerah saat pengundian nomor urut misalnya bisa terus berlanjut sampai akhir tahapan pemilihan. Karena tantangan kampanye akan jauh lebih besar daripada tahapan penetapan calon dan juga pengundian nomor urut," paparnya.

Masih dibolehkannya kampanye terbuka dan pertemuan terbatas membuat pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan sinergis oleh para pihak yang punya otoritas, untuk memastikan kepatuhan protokol kesehatan.

Harus diakui masih banyak masyarakat yang belum bisa dijangkau model kampanye daring. Oleh karena itu pilihan yang tersedia untuk kampanye terbuka, tatap muka, dan terbatas harus diikuti komitmen kepatuhan para pihak pada protokol kesehatan.

"Maka kemampuan untuk bersinergi antara pengawas pemilihan, pihak keamanan, satuan tugas, dan pihak yang punya kewenangan lainnya sangatlah diperlukan. Justru sinergisitas itu lah ujiannya," tutupnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT