25 September 2020, 21:32 WIB

Mentan : Hingga Agustus, Stok Beras sebesar 7,83 Juta Ton


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PADA Rapat Koordinasi Pimpinan komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kementerian Lembaga 2020, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan stok beras masih terjaga di tahun ini.

"Di Musim Tanam I dari bulan Januari ke Juni 2020, ada 23 juta ton beras carry over, dan konsumsi beras masyarakat sekitar 15 juta ton lebih. Alhamdulilah stok Juli-Agustus itu ada 7,83 juta ton beras," ungkap Syahrul dalam keterangan resminya, Jumat (25/9).

Terkait dengan Musim Tanam II, Mentan menjelaskan pihaknya mengejar produksi pada lahan eksisting seluas 7,5 juta hektar, dengan keadaan lahan yang sudah tertanam 87 persen, dan perkiraan menghasilkan kurang lebih 15 juta ton.

"Dengan stok yang ada, maka sampai akhir tahun kita memiliki stok beras yang cukup," jelas Syahrul.

Politikus NasDem itu menambahkan, bahwa proses produksi yang berjalan ini membutuhkan penyerapan produksi beras secara masif. Hal itu katanya, penting agar kestabilan harga panen tetap terjaga.

Baca juga : Perbaikan Harga Komoditas Dipengaruhi Ketersediaan Vaksin Covid-19

"Musim panen biasanya harga menurun, dan kita harus intervensi. Kita harus mempersiapkan daya serap kita, tidak cukup hanya dengan Bulog. Tapi dengan sinergi kementerian lain, dan seperti BUMN ada Berdikari, Pertani dan yang lain," terang Syahrul.

Untuk perkembangan komoditas pertanian yang lainnya, Seperti jagung, hortikultura, daging ayam dan telur, Mentan menjelaskan bahwa program telah sesuai harapan dan target perencanaan.

Terkait dengan dukungan pembiayaan bagi petani, selain dana APBN, Mentan menyebutkan pertanian mendapatkan dukungan KUR pendampingan sebanyak Rp34,2 triliun. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT