25 September 2020, 21:05 WIB

Prancis Terbuka 2020 Lakukan Persiapan Ketat


Widhoroso | Olahraga

PANITIA Prancis Terbuka melakukan sejumlah persiapan ketat jelang pelaksanaan ajang grand slam yang akan dimulai Minggu (27/9) mendatang. Panitia melakukan persiapan mulai dari pengurangan jumlah penonton, akses dan mobilitas peserta, hingga renovasi arena pertandingan.

Pada awalnya penyelenggara berharap bisa menerima hingga 20.000 penggemar dalam satu hari. Namun jumlah itu berkurang menjadi 11.500, lalu menjadi 5.000 dan akhirnya 1.000 saat pemerintah Prancis melakukan intervensi di tengah merebaknya kasus COVID-19 di negara itu.

Sebelumnya di US Open, setiap petenis dan tamu harus lulus dua tes usap COVID-19 dengan selang waktu 48 jam setelah kedatangan mereka di New York. Turnamen juga tidak mengizinkan kehadiran penonton.

Sedangkan di Paris, pemain juga akan menghadapi pembatasan ketat. Semua peserta akan diinapkan di dua hotel berbeda dan tidak dibolehkan menyewa akomodasi pribadi. Mereka hanya akan diizinkan keluar saat bertanding di Roland Garros atau saat sesi latihan di stadion Jean Bouin.

Setiap petenis dan tamu undangan harus memberikan tes COVID-19 negatif untuk mengikuti undian. Aturan ini menyebabkan enam petenis akhirnya didiskualifikasi.

Pada Prancis Terbuka 2020, untuk pertama kalinya lapangan utama Philippe Chatrier dilengkapi dengan atap yang bisa dibuka, yang memungkinkan penyelenggara melaksanakan pertandingan hingga larut malam. Fitur ini menjadi penting karena pada bulan ini hari-hari menjadi lebih pendek dan musim hujan menjadi lebih lama.

Sebanyak 12 lapangan juga akan dilengkapi dengan lampu sorot, yang memungkinkan permainan dilanjutkan hingga malam hari. (Ant/R-1)

BERITA TERKAIT