25 September 2020, 20:03 WIB

Gubernur Erzaldi Perbarui SOP Pencegahan Covid-19 di Babel


mediaindonesia.com | Nusantara

GUBERNUR Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Babel mengevaluasi kinerja gugus tugas dalam rapat koordinasi strategi dan kebijakan Pemprov Babel dalam mengantisipasi perkembangan kasus Covid-19 di Babel. 

Rapat koordinasi (rakor) yang diadakan di Ruang Rapat Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Jumat (25/9) tersebut menghasilkan beberapa poin yang perlu diatur kembali dengan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Babel dan beberapa asosiasi kesehatan di Babel beserta pemkab/pemkot (dinas kesehatan) khususnya rumah sakit daerah.

Dua kali Babel mendapat sanjungan dari pemerintah pusat hingga diberikan predikat sebagai zona hijau, Gubernur Erzaldi mengkhawatirkan terjadinya kekurangan kontrol dalam penanganan Covid-19 ke depannya. 

Beberapa poin mendapat evaluasi langsung dari Gubernur Erzaldi di antaranya, kesiapan rumah sakit tiap kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19, baik fasilitas rumah sakit hingga kesiapan mental sumber daya manusia (tenaga medis) saat menerima pasien terkonfirmasi.

Menurut Gubernur Erzaldi, penanganan yang tidak siap dapat berdampak pada petugas medis di rumah sakit dan di wisma karantina bagi pasien Covid-19. Karena itu, perlu juga disusun ulang standar operasional penanganan pasien dari Gugus Tugas tiap kabupaten/kota hingga Gugus Tugas provinsi. 

Pada pertemuan, Gubernur Erzaldi menanyakan soal kesiapan kepada perwakilan RSUD tiap kabupaten termasuk kesiapan setiap rumah sakit untuk menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Sejauh ini, RS Depati Hamzah di Pangkalpinang dan RS Marsidiyuono di Belitung telah ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan oleh Kementerian Kesehatan. 

“Ikatan Dokter Indonesia (ID) juga akan membantu untuk mereview kesiapan rumah sakit dan kekurangan fasilitas serta tenaga medis tiap RSUD ini,” ungkap Erzaldi. 

Selain itu, Gubernur Erzaldi juga menegaskan pendataan jumlah pasien di wilayah Babel agar publikasi dilakukan satu pintu sehingga data yang keluar terjaga keakuratannya dan tidak membingungkan masyarakat dalam membaca data. 

Dalam rapat koordinasi juga disepakati bahwa isolasi mandiri tidak lagi diperkenankan tanpa terkecuali, pasien wajib menjalankan perawatan sesuai SOP yang sedang disusun hingga Selasa pekan depan. 

Poin-poin ini akan disusun ulang menjadi SOP baru, dalam penyusunannya gubernur akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang beranggotakan IDI, Asosiasi Rumah Sakit Daerah Babel, Persi, Asosiasi Perawat, Asosiasi Bidan, dan direktur rumah sakit se-Babel. 

Lebih lanjut, Gubernur Erzaldi mengingatkan bahwa audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) tetap akan berjalan atas anggaran refocusing yang digunakan untuk wisma karantina tiap kabupaten/kota.

“Saya ingatkan untuk selalu hati-hati atas kinerja dinas dan rumah sakit di setiap kabupaten,” ungkapnya.

Mengingatkan antisipasi logistik, tenaga medis dan dukungan anggaran tahun 2021, Gubernur Erzaldi menyatakan bahwa jelas diatur dalam permenkes bahwa Anggaran Provinsi hanya mengakomodir 10% dari total anggaran yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19.

“Perkiraan kebutuhan anggaran jika ditemukan vaksin Covid-19 juga perlu disusun agar masyarakat kita terfasilitasi dengan anggaran yang sudah direncanakan dengan baik,” tegasnya. 

Di akhir rakor, Gubernur Erzaldi menegaskan untuk semua pihak saling bekerja sama dan berkoordinasi demi menghambat penyebaran Covid-19 di masyarakat Babel. 

“Segera selesaikan penyusunan SOP agar dapat direvisi kekurangan-kekurangannya dan penerapan dapat dilakukan secepatnya,” pungkasnya. (OL-09)
 

BERITA TERKAIT