25 September 2020, 19:34 WIB

KBPP Polri Jangan Jadikan Alat Politik Praktis


Aries Wijaksena | Megapolitan

DALAM waktu dekat, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) akan menyelenggarakan musyawarah nasional (munas).

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berharap KBPP Polri jangan diseret ke dalam ranah politik praktis. Ia menduga telah terjadi gerakan politik uang demi menggalang dukungan menjadi ketua umum.

"KBPP Polri itu potensial. Jangan sampai terseret ke politik praktis. Politisi harus menyadari hal itu. Jangan menjadikan KBPP Polri sebagai kendaraan politik,” ujar Neta di Jakarta, Jumat (25/9).

Neta menuturkan, perebutan pengaruh menjelang munas adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Itu dinamika yang normal, dalam konteks demokrasi.

“Tapi, menggunakan pengaruh politik untuk menyeret KBPP Polri ke dalam ranah politik praktis, itu sangat tidak patut,” ujar Neta.

Apalagi, lanjut Neta, ada politisi dari DPR RI yang ikut terlibat. Anggota dewan itu sudah kasak-kusuk menggalang dukungan dengan mengundang sejumlah pengurus KBPP Polri dari berbagai daerah ke Jakarta.

"Model manuver politik yang lazim terjadi di organisasi politik, tidak pada tempatnya diterapkan di KBPP Polri," lanjut Neta.

Menurut Neta Pane, sebagai organinasi yang mewadahi keluarga besar Polri, KBPP Polri harus menjadi organisasi yang tidak hanya bermanfaat bagi seluruh keluarga Polri, melainkan harus mampu melahirkan tokoh-tokoh muda nasional.

“KBPP Polri memiliki potensi untuk melahirkan tokoh-tokoh nasional. Ini tantangan bagi integritas pengurus KBPP Polri ke depan,” pungkas Neta. (J-1)

 

BERITA TERKAIT