25 September 2020, 18:14 WIB

PSBB Lanjut, NasDem Usul Jakarta "Lockdown" dari Warga Bodetabek


Hilda Julaika | Megapolitan

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem Ahmad Lukman Jupiter menyarankan selama PSBB Jilid II, warga dari wilayah penyangga dilarang masuk ke Jakarta terlebih dahulu.

Hal ini menyusul kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan memperpanjang PSBB Jilid II mulai 28 September mendatang. Adapun wilayah penyangga yang dimaksud adalah Bogor, Depok, Tanggerang,dan Bekasi.

“Untuk masuk ke Jakarta harus diperketat saja kalau begitu. Artinya untuk memastikan orang-orang yang dari daerah penyangga ketika ke Jakarta diawasi. Mungkin dalam satu bulan ini gak boleh dulu ke Jakarta. Jadi buat apa ke Jakarta karena kondisi di Jakarta sedang zona merah ya ngapain datang-datang nyari penyakit dan menambah penularan baru,” celetuknya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (25/9).

Sementara itu, jika memang warga Bodetabek memiliki urusan mendesak seperti pekerjaan sebaiknya tetap bekerja dari rumah. Karena jika tak begitu, penularan virus sulit diredam.

“Sebaiknya kalau ada urgensi dalam hal pekerjaan di DKI Jakarta ya sebaiknya mereka bisa menggunakan virtual atau zoom. Kan sekarang komuniasi sudah gampang. Jadi gak perlu harus datang ke Jakarta. Saran saya dari Bodetabek jangan dulu lah ke Jakarta,” kritiknya.

Baca juga: Periksa Kesehatan Jantung sebelum Bersepeda

Ia pun berharap di PSBB yang akan diperpanjang ini, ada penegakan pengawasan dari aparat seperti Kepolisian. Aparat ini bisa memberikan penyuluhan dan edukasi serta memastikan dari masing-masing wilayah penyangga tidak ada yang ke Jakarta.

“Jika aparat ini dilibatkan saya yakin dan saya pastikan penularan ini akan lebih cepat menurunnya,” katanya.

Terpisah Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan wilayah penyangga DKI Jakarta yakni Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Bodetabek) harus terlibat dalam pelaksanaan PSBB. Hal ini dilakukan agar perpanjangan PSBB jilid II Jakarta bisa berjalan efektif.

“Jangan cuma DKI Jakarta saja. Gak bisa DKI saja, minimal banget itu Tanggerang Selatan, Tanggerang, Rangkasbitung, Bodetabek. Itu PSBB juga,”kata Dicky saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (25/9).

“Itu sudah minimal. Bukan yang optimal banget melakukan PSBB semuanya ini. Kalau tidak ya gak efektif. Nanti kalau mau diperpanjang 2 minggu atau 1 bulan ke depan pun nanti ada lagi kasus impor,” imbuhnya.

Adanya kasus impor ini, disebabkan program pembatasan wilayah ini tidak diikuti oleh wilayah penyangga Jakarta. Karena ada pembatasan yang tidak setara.

“Kalau disetarakan, kemungkinannya lebih efektif karena yang di daerah penyangga kan aktivitas sosial dan ekonomi banyak dengan Jakarta. Sehingga ketika sudah sama-sama di dalam kondisi yang hampir setara pengendaliannya,” paparnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT