25 September 2020, 18:12 WIB

Peserta Pilkada Diminta Utamakan Kampanye Virtual


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong semua calon pemimpin daerah untuk menghindari kampanye yang menimbulkan kerumunan.

Sebaiknya, penyaluran visi dan misi memanfaatkan media massa dan media sosial. "Sebanyak mungkin didorong untuk menggunakan sarana media dalam jaringan elektronik. Baik media konvensional, seperti televisi, radio dan media cetak, maupun,media sosial yang sekarang luar biasa,” ujar Tito dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

“Aplikasi seperti zoom, live streaming di YouTube, Instagram, Twitter dan grup media sosial, itu bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribuan orang," imbuhnya.

Pemerintah juga menekankan urgensi perubahan cara pandang calon kepala daerah. Khususnya, terkait kegiatan kampanye. Mengingat saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi covid-19. Sehingga, acara yang menimbulkan kerumunan harus dihindari.

Baca juga: Konser Musik Saat Kampanye Pilkada 2020, Perludem: Ada yang Salah

"Ini yang kita harapkan. Ada perubahan tata cara berkampanye. Karena tahun ini ada pandemi covid-19. Ini yang saya minta. Kita tegakkan dan hindari kerumunan sosial," pungkas Tito.

Kemudian, dia meminta calon pemimpin daerah untuk membantu upaya penanganan covid-19. Termasuk menggencarkan kampanye protokol kesehatan.

"Bagi yang bandel melakukan kerumunan sosial, akan ditegakkan. Bukan hanya dengan PKPU, tapi UU lain. Meskipun, kita mengharapkan itu digunakan sebagai langkah terakhir," tandasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT