25 September 2020, 17:40 WIB

DPR: Pemerintah Harus Seleksi Ketat Calon Jemaah Umrah


Putra Ananda | Humaniora

PEMERINTAH Arab Saudi diketahui kembali membuka pintu bagi jemaah umrah yang ingin ibadah di Tanah Suci.

Menyikapi kabar tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat terhadap calon jemaah umrah.

"Kami gembira karena sarana beribadah sudah dibuka lagi oleh pemerintah Arab Saudi. Namun, kami imbau pemerintah agar melakukan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sufmi di Kompleks Parlemen, Jumat (25/9).

Baca juga: Umrah Dibuka Lagi, Indonesia Tunggu Lampu Hijau dari Arab Saudi

“Ini penting dalam menyaring dan menyeleseksi calon jemaah umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi," imbuhnya.

Sufmi juga mendorong pemerintah agar segera melakukan pembicaraan bilateral dengan Arab Saudi. Pembicaraan itu untuk menyamakan protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia dengan Arab Saudi.

"Dengan begitu, jemaah haji ataupun umrah diharapkan tidak mengalami kendala saat tiba di sana. Karena sudah mengikuti protokol covid-19 yang tersinkronisasi antara Indonesia dan Arab Saudi," pungkas Sufmi.

Sebelumnya, Arab Saudi telah mengizinkan jemaah domestik untuk melakukan ibadah umrah mulai 4 Oktober dan 1 November bagi jemaah dari luar negeri. Negara itu sempat menutup layanan ibadah terhadap umat Islam dunia sejak Maret akibat pandemi covid-19.

Baca juga: Asosiasi Travel Sambut Gembira Rencana Arab Saudi Buka Umrah

Pembukaan kembali layanan umrah ini memungkinkan 6.000 warga negara asing dan warga Arab Saudi untuk menjalankan umrah setiap hari. Sebagai langkah pencegahan covid-19, hanya 30% jemaah dari kapasitas normal yang diizinkan melaksanakan ibadah umrah.

Nantinya, kapasitas umrah harian ditingkatkan menjadi 75% setelah dua pekan atau pada 18 Oktober. Untuk pembukaan awal November, otoritas Arab Saudi hanya mengizinkan jemaah umrah dari negara yang dianggap aman.(OL-11)

BERITA TERKAIT