25 September 2020, 17:17 WIB

Waspadai Bencana Hidrometeologi di Musim Pancaroba


Dwi Apriani | Humaniora

KEJADIAN angin puting beliung di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan  Rabu (23/9) malam  menandakan saat ini bencana hidrometeologi seperti tanah longsor, puting beliung, serta banjir, masih berpotensi terjadi saat ini. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang mengimbau masyarakat di Sumsel berhati-hati.

Kepala Seksi Data dan Informasi dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo mengatakan, wilayah Sumsel masuk masa pancaroba menuju musim hujan pada pertengahan Oktober nanti karena itu bmeski saat ini masih musim kemarau, potensi bencana hidrometeorologi bisa saja terjadi.

"Awal musim hujan 2020-2021 sebagian besar masuk di Oktober Dasarian I sampai III. Namun bagian utara Sumsel diprediksi terjadi di akhir September, sehingga potensi kebakaran hutan mulai berkurang," jelasnya, Jumat (25/9)

Diakuinya, masuknya musim pancaroba ini maka musim kemarau 2020 lebih singkat. Yakni selama 10-12 dasarian dimulai sejak Juni. "Tapi masih mendekati rata-rata normal musim kemarau yakni 12-14 dasarian," kata dia.

Menurutnya, periode pendek masa kemarau juga turut dipengaruhi kondisi iklim yang lebih basah ketimbang tahun lalu, hingga membuat potensi
hotspot serta kebakaran hutan maupun kebakaran lahan merosot. Sehingga status sebagian besar lahan masih pada level tidak mudah terbakar karena kelembaban yang tetap terjaga.

"Sampai saat ini belum terdeteksi adanya asap kiriman ke Kota Palembang dibanding tahun lalu," ungkapnya.

Selama peralihan musim hujan, pihaknya meminta masyarakat waspada dengan perubahan cuaca yang signifikan dan terjadi dalam tempo cepat. Sebab arah angin masih bervariasi serta berpindah-pindah, yang berdampak angin kencang dan petir hingga berpotensi menimbulkan kerusakan di wilayah topografi landai.

"Seperti di Palembang, OKI, Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin dan sebagian Banyuasin. Prediksi sifat hujan selama pancaroba levelnya sedang hingga tinggi, masyarakat perlu waspada," pungkasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT