25 September 2020, 17:01 WIB

Adaptasikan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan


Cahya Mulyana | Humaniora

PENERAPAN nilai-nilai Pancasila membutuhkan adaptasi dengan kekhasan yang dimiliki masing-masing daerah. Konsensus seluruh bangsa Indonesia ini dapat masuk ke semua aktivitas kehidupan dan mengantisipasi berbagai ancaman bangsa seperti narkotika hingga terorisme.

"Untuk masyarakat kelas menengah atas lewat dialog. Sedangkan kelas menengah ke bawah tidak harus penataran. Bisa lewat praktek, aktivitas sehari-hari," ujar Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono pada diskusi bertajuk Peningkatan Integritas Masyarakat Perbatasan Melalui Penguatan Ideologi Pancasila dan Bantuan Sosial di Kota Batam, Riau, melalui keterangan resmi, Jumat (25/9).

Pada kesempatan itu hadir pula Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Anjan Pramuka, serta Kepala Bagian Program Dan Anggaran Kementerian Sosial Sri Wulan Sugiharti. Dialog tersebut bagian dari pertemuan Koordinasi Peningkatan Aparatur Pemerintahan Kecamatan Perbatasan Tahun 2020 Regional I yang digelar oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Hariyono menyebut para camat selaku garda terdepan perwakilan pemerintah terhadap masyarakat di perbatasan sejatinya dapat menggelorakan Pancasila. Pasalnya Pancasila tak serta merta dapat terwujud di lapangan yang membutuhkan keluwesan dalam menyosialisasikannya.

Ia mencontohkan beberapa kampung atau desa yang sudah mengaktualisasikan Pancasila antara lain Mutiara Pancasila di Tangerang, Kampung Markisa atau Mari Kita Sadar, Kampung Wonosari Go Green, dan Desa Banuroja yang tersebar di Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo dan Jawa.

"Bapak, ibu camat bisa menyadarkan warga untuk bergotong royong mengatasi masalah lingkungannya. Sering saling ngobrol, tantangan daerah perbatasan seperti radikalisme, intoleransi, dan narkotika bisa diminimalisir," tutur Hariyono.

Baca juga : BKKBN Targetkan Layani 250 Ribu Akseptor KB untuk Jangka Panjang

Guru Besar Universitas Negeri Malang ini juga mengingatkan pentingnya martabat dan harga diri bangsa. Caranya, meningkatkan mutu manusia dengan memposisikan Pancasila sebagai landasan berpikir, pengambilan kebijakan, pembuatan peraturan.

"Menjadikan nilai-nilai Pancasila secara struktural maupun kultural. Dalam konteks pandemi, banyak kearifan lokal yang bisa kita gali. Para camat bisa bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan sebagainya, kira-kira apa solusi agar sehat. Tentu tiap kecamatan berbeda-beda," cetus Hariyono.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNN Anjan Pramuka mengingatkan para camat bahwa Indonesia sedang darurat narkoba. Bahkan di masa pandemi, jumlah kasus kian marak dengan berbagai modus operandi. Pihaknya, terus melaksanakan optimalisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) khususnya di daerah perbatasan.

"Modusnya di airport, seaport, land border. Kita terus cegah peredaran narkotika di daerah perbatasan negara," katanya.

Adapun Kepala Bagian Program Dan Anggaran Kemensos Sri Wulan Sugiharti menjelaskan berbagai program, khususnya kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona. Mulai dari bantuan sosial tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga paket sembako. Kemensos memastikan negara hadir untuk seluruh warga negara termasuk di kawasan Terluar, Terpencil dan Tertinggal (3T). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT