25 September 2020, 16:50 WIB

BKKBN Targetkan Layani 250 Ribu Akseptor KB untuk Jangka Panjang


Atalya Puspa | Humaniora

Deputi Bidang Keluarga Berencana BKKBN Dwi Listyawardani mengungkapkan, di Hari Peringatan Kontrasepsi Sedunia, pihaknya menargetkan memberikan layanan kontrasepsi terhadap 250 ribu aseptor di Indonesia.

"Sekarang kita lakukan pelayanan setentak di seluruh Indonesia. Kita targetkan pemasangan KB jangka panjang 250 ribu," kata Dani di Jakarta, Jumat (25/9).

Adapun, dalam pelayanan serentak ini Dani mengungkapkan terdapat tiga terobosan baru yang dilakukan.

"Kita ada pil progestin untuk ibu menyusui, suntik hormon kombinasi agar aseptor bisa tetap menstruasi, dan implan batang. Ini agar aseptor bisa tetap nyaman," ucapnya.

Baca juga: Ada Siswa Belum Terima Bantuan Kuota, Nadiem: Jangan Khawatir

Dani mengakui, selama pandemi covid-19 angka kepesertaan KB menurun selama pandemi covid-19 karena keterbatasan akses pada pelayanan kesehatan. Tercatat, pada Februari angka kepesertaan KB sejumlah 3.109.393, lalu Maret menurun menjadi 3.094.592. Selanjutnya, pada April kembali menurun ke angka 2.931.525. Adapun, pada Mei mulai naik kembali ke angka 3.001.710, dan Juni 3.884.832.

"Pada Juli turun lagi ke angka 3.520.532. Karenanya, Agustus dan September kita lalukan pelayanan serentak lagi. Karena KB ini harus terus diingatkan kepada masyarakat. Kalau tidak, semangatnya kadang menurun," ungkapnya.

Dani berharap, pelayanan kontrasepsi serentak ini dapat menekan angka kehamilan di masa pandemi covid-19. Pasalnya, diprediksi angka kelahiran akan meningkat sebanyak 10% karena banyaknya aseptor KB yang putus pakai.

"Kalau putus kontrasepsi diprediksi akan terjadi kehamilan. Diprediksi akan ada tanbahan 400-500 ribu kelahiran pertahun. Di Indonesia, rata-rata ada kelahiran 4,5 juta - 5 juta pertahun. Kita perkirakan akan ada 10% tambahan kelahiran," bebernya. (H-3)
 

BERITA TERKAIT