25 September 2020, 16:48 WIB

BPBD Cilacap Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor


Lilik Darmawan | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) telah memetakan daerah rawan banjir dan longsor. Pasalnya, saat sekarang telah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke  penghujan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan menjelang musim penghujan, BPBD mulai melakukan pemetaan daerah yang rawan banjir dan longsor.

"Titik-titik yang rawan longsor berada di Cilacap barat, seperti Karangpucung, Gandrungmangu, Dayeuhluhur, Cimanggu, dan Wanareja. Sedangkan untuk daerah rawan banjir seperti di Kecamatan Sidareja, Kroya, Nusawungu, Cipari dan lainnya. Kami sudah mulai koordinasi untuk melakukan antisipasi," jelas Tri Komara Jumat (25/9).

Dikatakan Tri Komara, salah satu antisipasi adalah dengan melakukan mitigasi berupa kesiapsiagaan menjelang musim penghujan. "Kalau hujan sudah berjam-jam, maka warga harus siap siaga dan melakukan ronda. Di Cilacap ada tiga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) BPBD yakni di Kroya, Sidareja dan Majenang yang telah menyiapkan personelnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana," ujarnya.

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap  mengingatkan cuaca ekstrem pada musim pancaroba yang terjadi pada akhir
September hingga awal Oktober mendatang. Di wilayah Cilacap dan Banyumas, juga ada potensi hujan deras yang disertai dengan petir dan angin kencang serta potensi munculnya puting beliung.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa dalam berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan BMKG, Jateng menjadi salah satu daerah yang berpotensi terjadinya hujan lebat.

"Ada potensi hujan lebat yang terjadi sehingga masyarakat harus waspada. Pada musim pancaroba ada potensi cuaca esktrem. Yakni kemungkinan datangnya hujan deras yang disertai petir serta angin kencang serta adanya potensi angin puting beliung," jelasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT