25 September 2020, 12:20 WIB

Daerah Mesti Tingkatkan Mitigasi Pandemi Covid-19


Cahya Mulyana | Nusantara

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori menyampaikan bahwa mitigasi, inovasi, dan adaptasi sangat penting untuk mewujudkan ketangguhan daerah menanggulangi pandemi covid-19. Pelaksanaannya juga harus pararel supaya menghasilkan dampak positif yang signifikan.

Menurut dia mitigasi melalui sosilisasi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai sabun, menjaga jarak, tracking, dan treatment harus digalakkan. Namun hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi  masyarakat.

Baca juga: Pelibatan TNI Keseriusan Perangi Covid-19

“Dalam rangka penanganan covid-19, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau hand sanitizer, alkohol, klorin, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dilaksanakan tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh masyarakat juga,” terangnya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Selain itu, untuk menyambut tatanan normal baru, Kemendagri menggelar lomba inovasi di sektor usaha, yaitu pasar tradisional, pasar modern/mall, restauran, hotel, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), tempat wisata, dan transportasi umum.

Ia mengakui lomba inovasi tersebut dengan dukungan sejumlah kementerian. Pemenang lomba juga diberikan hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID).

“Ini sudah diberikan semacam DID. Uang itu kembali lagi ke daerah untuk penanganan percepatan covid-19 di daerah bukan untuk yang lain, bukan juga untuk kepala daerah, tapi untuk penanganan covid-19,” ungkapnya.

Pemerintah, kata dia berusaha menyinergikan pemerataan pembangunan pusat dan daerah, dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga daerah diberikan kewenangan dalam mengelola sumber-sumber pendapatan berupa PAD tersebut dan dana perimbangan.

“Sudah kita terbitkan surat edaran ke daerah, strateginya adalah untuk meningkatkan pajak daerah dan retribusi daerah,” paparnya.

Penanganan covid-19 juga dilaksanakan secara paralel untuk mencegah terjadinya timpang tindih. Oleh sebab itu, pemerintah mengeluarkan sejumlah aturan seperti Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Kemudian terdapat juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran dan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Hudori juga mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. "Khususnya terkait cara-cara melakukan mitigasi, adaptasi, dan inovasi di tengah pandemi covid-19, menuju ketangguhan kota dan wilayah Indonesia dari pandemi covid-19," pungkasnya. (Cah/A-1)

BERITA TERKAIT