25 September 2020, 13:36 WIB

Ini Bukti Pindah Tanam Adalah Kunci


Astri Novaria | Humaniora

TIDAK sedikit orang yang baru memulai hobi bercocok tanam bertanya perihal pentingnya pindah tanam atau tanam ulang, yakni teknik memindahkan sebuah tanaman dari satu tempat ke tempat lain.

Melalui IGTV-nya yang berjudul Bukti Pindah Tanam itu Kunci, Co-Founder dari Kebun Kumara, Siti Soraya Cassandra, membandingkan kondisi tanaman yang ia lakukan pindah tanam dan yang tidak. 

Baca juga: Pertanian di Tengah Pandemi di Mata Petani Milenial

Sandra menunjukan kondisi salah satu tanaman roselanya yang tumbuh sangat subur di sebuah pot yang berdiameter 30cm. 

"Benihnya kita semai di bulan Maret, lalu kita pindah tanam di bulan April, dan di akhir Juni dia sudah mengeluarkan buah yang bisa kita panen, sampai di bulan Juli dia masih mengeluarkan buah yang besar," papar Sandra lewat IGTV-nya.

Kesimpulannya, kata Sandra, pot yang memadai bisa menghasilkan tanaman yang berbuah banyak.

Ia pun juga menunjukkan kondisi tanaman rosella miliknya yang benihnya ia semai pada tanggal 23 Mei di sebuah wadah minuman plastik kecil. Lalu, ia pindah tanam ke pot berukuran 40cm di akhir Juni lalu. Ternyata, hasil pindah tanam yang ia lakukan berbuah manis. "Daunnya sudah melebar dan batangnya menguat," terangnya.

Setelah itu, ia pun menunjukkan tanaman rosella miliknya yang sejak awal disemai di sebuah pot kecil berukuran masing-masing 12cm dan 15cm. Berbeda dengan kondisi dua tanaman rosella sebelumnya, tanaman yang memiliki nama latin hibiscus sabdariffa itu tampak menua di pot kecil lantaran tidak dilakukan pindah tanam.

"Dia berbunga dan ada bakal buahnya dengan ukuran yang sangat mungil. Jadi kalau kita tidak pindah tanam, ya dia tetap akan berbuah dan berbunga cuma jadinya kecil, batangnya kecil, daunnya mungil dan yang kita panen tidak banyak," paparnya. 

Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa tanaman juga butuh ruang yang optimal agar dia bisa tumbuh ideal. 

"Semakin besar wadahnya, semakin banyak media tanam. Sehingga akarnya bisa menyerap nutrisi dan air yang banyak. Dengan begitu, daunnya tumbuh besar sehingga proses fotosintesis lebih baik dan menyimpan energi lebih banyak, tanaman tumbuh lebih kuat, berbunga dan berbuah yang banyak," jelasnya.

Hal ini, menurut Sandra, adalah bukti bahwa pindah tanam itu adalah kunci dan sudah selayaknya kita memberikan rumah yang layak untuk tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Untuk diketahui, Kebun Kumara adalah sebuah kebun belajar yang terletak di Pulau Situ Gintung III, Ciputat bagi siapapun yang ingin berguru pada alam. Kebun Kumara bertekad membantu masyarakat kota meraih gaya hidup seimbang yang lestari melalui pengalaman nyata dan interaksi bermakna dengan alam.

Ada tiga pilar yang diberikan, dari sisi pendidikan ada workshop yang selama pandemi Covid-19 dilakukan secara online, Toko Kumara yang menjual bibit-bibit tanaman, serta jasa mendesain dan membangun konstruksi edible landscaping, taman sekaligus kebun pangan di rumah.

Dalam wawancara Media Indonesia bersama Sandra di program Nunggu Sunset bertajuk Muda, Keren, dan Bertani lewat Instagram Live, Kamis (24/9) kemarin, Sandra juga mengungkapkan bahwa workshop online ternyata cukup menarik bagi para peserta untuk diikuti.

"Biasanya kalau kita workshop langsung di kebun kita yang ikut hanya orang yang tinggal di Jabodetabek saja. Ternyata, dengan workshop online bisa menjangkau orang-orang yang di luar kota dan pulau," papar Sandra.

Pada kesempatan tersebut, menurut Sandra, peserta bisa secara langsung berkonsultasi dengan Kebun Kumara perihal masalah yang dihadapinya saat berkebun.

"Kita tetap ada konsultasinya selama 1 jam, tidak hanya teori. Jadi peserta tuh ada yang sampai bawa handphone mereka memperlihatkan tanamannya secara langsung ke kita, jadi seakan-akan mereka membuka rumah mereka untuk kita datangi lewat virtual ini," pungkasnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT