25 September 2020, 12:47 WIB

15 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pelecehan di Soekarno-Hatta


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

POLISI terus mengusut kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh dokter berinisial EFY di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten terhadap seorang perempuan berinisial LHI. Belasan saksi telah dimintai keterangan.

"Sudah 15 saksi yang kami periksa. Termasuk korban sudah kami lakukan pemeriksaan kemudian rekan dekatnya korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/9).

Yusri mengatakan penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi ahli.

Baca juga: Perlu Ada Pembenahan Pasar agar tak Abai Protokol Kesehatan

Kemudian, saksi dari pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2) Gianyar Bali.

"Karena memang kami menjemput bola, kami sempat memeriksa P2TP2 di Gianyar, Bali untuk mengetahui keadaan psikologis korban," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Tidak hanya itu, Yusri menyebut penyidik juga telah memeriksa pihak PT Kimia Farma guna mencari informasi terkait identitas tersangka EFY.

PT Kimia Farma merupakan penyelenggara dari pelayanan rapid test covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kemarin, kami melakukan pemeriksaan terhadap PT Kimia Farma untuk mengetahui apakah yang bersangkutan, EF, yang sudah menjadi tersangka itu dokter atau tenaga ahli," ungkap Yusri.

Kasus penipuan dan pelecehan ini viral saat korban berinisial LHI berkicau di Twitter.

Dia bercerita awalnya saat mengikuti tes cepat di Soekarno-Hatta, EFY mengatakan hasil tesnya reaktif covid-19.

Pelaku kemudian menawarkan mengubah hasil tes cepat LHI dengan bayaran Rp1,4 juta. Namun, setelah mentransfer uang itu, LHI dilecehkan.

Cicitan yang diunggah LHI menjadi buah bibir di media sosial. Polisi kemudian bergerak mengklarifikasi kabar viral tersebut.

Polres Bandara Soekarno-Hatta memberangkatkan tiga personel ke Bali untuk bertemu LHI. Korban dimintai keterangan dan dibuatkan laporan polisi. (OL-1)

BERITA TERKAIT