25 September 2020, 10:16 WIB

PSBB Diperpanjang, Sentimen Domestik Masih Dominan


Fetry Wuryasti | Ekonomi

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang penerapan PSBB selama dua pekan hingga 11 Oktober 2020. Pertimbangan perpanjangan ini lantaran terus meningkatnya kasus covid-19 dan keterbatasan kapasitas ICU di Jakarta.

Anies juga mengklaim mulai tampak tanda-tanda pelandaian kasus positif covid-19 di Jakarta meski masih terus meningkat.

"Kami melihat perpanjangan masa PSBB ini akan turut berdampak pada kinerja keuangan maupun PDB di periode kuartal 4/2020 yang diawali bulan Oktober," kata Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple) Suria Dharma, Jumat (25/9).

IHSG kemarin kembali ditutup melemah -1.53% ke level 4,842.8, masih bergerak dalam tren penurunan. Sementara pasar pergerakan bursa regional Nikkei dan Kospi pagi ini positif (+0,45% & +0,47%).

"Kami melihat sentimen domestik masih dominan saat ini," kata Suria.

Senior Business Analyst MarkPlus James Djoni mengatakan sebagian besar masyarakat menunda pembelian mobil hingga kuartal 1-2021. Hal itu diungkap dalam survey MarkPlus Inc. Sebanyak 87% masyarakat menunda pembelian karena mempersiapkan dana untuk keperluan darurat dan 31% responden menyatakan pendapatannya terdampak pandemi covid-19.

"Penundaan pembelian mobil baru tahun ini akan membuat perkiraan Gaikindo soal target angka penjualan sebesar 600 ribu unit tidak tercapai. Hingga Agustus, total penjualan mobil mencapai 323.500 unit (-51% yoy). Penundaan juga menjadi beban bagi produsen. Saat ini pelaku industri otomotif mengharapkan insentif dari pemerintah atas relaksasi pajak pembelian mobil baru agar masyarakat tertarik melakukan pembelian," tutur Suria.

Baca juga: Sentimen Covid-19 dan Fincen Pukul Bursa

Perdagangan pasar saham AS semalam ditutup menguat meski masih bergerak dalam tren penurunan dengan S&P 500 menguat +0,30%, Dow Jones +0,20%, dan Nasdaq +0,37%.

Rilis data pengangguran di AS periode 19 September sebesar 870K jiwa (prev: 866K jiwa; cons: 840K jiwa) sedikit meningkat dari periode sebelumnya. Tren perbaikan jobless claims masih melandai sejak memasuki Agustus 2020 di level saat ini yang masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi.

"Kami melihat hal ini mentriger risk-off pada pasar ekuitas AS dan harga komoditas dunia," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT