25 September 2020, 10:10 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Kembali


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Jumat (25/9) dibuka pada level 4.867,96, menguat 34,2 poin dari penutupan Kamis (24/9) di level 4.842,76 (-1.53%). Pelemahan kemarin didorong oleh sektor agrikultur (-2,84%) dan pertambangan (-1,99%). 

Pelemahan tetap membayangi akibat kecemasan terkait resesi serta masih tingginya kasus harian covid-19 dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memproyeksikan indeks diprediksi menguat. Secara teknikal IHSG masih bergerak pada tren bearish, tapi indikator stochastic berada di area oversold tanda rentang pelemahan sudah terbatas dan ada potensi rebound. Resistance IHSG akan di kisaran 4.886-4.930 dan support indeks akan di kisaran 4.809-4.776.

"Penguatan ini diperkirakan bersifat sementara. Pergerakan masih akan dibayangi kecemasan akan tingginya kasus covid-19 secara harian yang telah menembus 4,000 kasus baru per hari," kata Dennies, Jumat (25/9).

Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 26.815,44 (+0,20%), Nasdaq ditutup 10.672,27 (-0,37%), S&P 500 ditutup 3.246,59 (+0,30%). Bursa saham AS ditutup menguat setelah beberapa data ekonomi AS telah diumumkan seperti klaim pengangguran yang tercatat sebanyak 870 ribu pada Agustus 2020, lebih tinggi daripada perkiraan di level 845 ribu yang dianggap oleh investor bahwa ekonomi AS semakin membaik meskipun kasus covid-19 masih terus meningkat.

Namun, The Fed mengatakan bahwa ekonomi masih memiliki risiko melemah bila bantuan ke rumah tangga di AS masih belum juga disepakati senat. Bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti bursa saham di AS. Investor masih terus mengamati perkembangan potensi stimulus covid-19 di AS sebesar U$2,4 triliun. (Try/OL-14)

BERITA TERKAIT