25 September 2020, 08:46 WIB

Polisi Berkoordinasi dengan PembuatLift Terkait Kebakaran Kejagung


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

KEPOLISIAN terus berupaya mencari tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam pencarian tersangka, polisi berkoordinasi dengan PT Mitsubishi Electric Indonesia.

"Itu pabrik pembuat lift di gedung utama Kejagung," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (25/9).

Awi belum mau bicara banyak soal koordinasi itu. Semua keterangan saksi tengah dikumpulkan penyidik untuk mencari tersangka dalam kasus itu.

"Penyidik menyusun konstruksi hukum penyidikan kasus kebakaran ini," ujar Awi.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo juga emoh bicara soal koordinasi dengan PT Mitsubishi Electric Indonesia.

"Itu sudah masuk materi penyidikan," ujar Ferdy singkat saat dihubungi terpisah.

Tim Penyidik Gabungan Polri, yakni Dittipidum Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 42 saksi dalam penyidikan kasus kebakaran Kejagung. Ke-42 saksi itu diperiksa pada hari yang berbeda.

Baca juga: Ratusan Kios di Pasar Cempaka Putih Terbakar

Sebanyak 12 saksi diperiksa pada Senin (21/9). Saksi itu antara lain pramubakti, tukang, dan cleaning service.

Kemudian memeriksa 17 saksi pada Selasa (22/9). Mereka ialah staf Kejaksaan Agung, keamanan dalam (kamdal) Kejaksaan Agung, hingga pegawai negeri sipil (PNS).

Teranyar, memeriksa 13 saksi pada Kamis (24/9). Ke-13 saksi yang diperiksa itu dari berbagai pihak.

Sebanyak tujuh saksi terdiri dari pihak swasta, pekerja, cleaning service,aparatur sipil negara (ASN) dan jaksa di Kejaksaan Agung. Enam orang ahli, terdiri dari ahli pusat laboratorium forensik (puslabfor), ahli kebakaran dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI), ahli hukum pidana UI, Universitas Trisakti dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Polisi delapan kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan, berupa kamera pemantau atau CCTV, abu arang sisa kebakaran atau hidrokarbon, dan potongan-potongan kayu sisa pembakaran.

Petugas juga menemukan beberapa botol plastik berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng bekas lem, instalasi alat (terminal kontak), serta minyak pembersih atau dust cleaner yang disimpan di gudang cleaning service.

Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, kasus kebakaran Kejagung diduga terdapat unsur pidana. Polisi berjanji menangkap pelaku dan mempertanggungjawabkannya ke publik. (OL-1)

BERITA TERKAIT