25 September 2020, 04:35 WIB

Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di Tiongkok


Bagus Pradana | Weekend

Ternyata posisi orang terkaya di Tiongkok kini tidak lagi dipegang oleh Bos Alibaba, Jack Ma. Posisi tersebut telah beralih tangan kepada Zhong Shanshan, seorang pengusaha air minum kemasan yang cukup populer di Tiongkok, Nongfu Spring.

Shanshan menjadi orang terkaya ketiga di Tiongkok setelah perusahaannya resmi berstatus 'go public' pada awal bulan September dalam bursa saham di Hong Kong.

Dilansir dari bbc.com (23/9) baru-baru ini, Shanshan ditetapkan sebagai orang terkaya di Tiongkok versi Bloomberg Billionaires, aset saham perusahaannya mencapai $ 58,7 miliar (atau Rp877 triliun) mengungguli Jack Ma yang pernah menduduki posisi tersebut selama enam tahun berturut-turut dengan kisaran aset senilai $56,7 miliar (setara dengan Rp847 triliun).

Shanshan juga dikenal rendah hati dan lebih tertutup dibandingkan dengan para pemimpin bisnis top di Tiongkok lainnya, hal itulah yang membuat dirinya mendapat julukan "lone wolf".

Selain menjadi pemilik saham utama di Nongfu Spring, Shanshan juga diketahui memegang saham dari perusahaan farmasi terbesar di Beijing yaitu 'Beijing Wantai Biological Pharmacy'.

Selain menjadi orang terkaya di Tiongkok, Shanshan juga dinobatkan sebagai orang terkaya kedua di Asia, setelah Mukesh Ambani, miliarder India yang juga merupakan bos dari Reliance Industries Ltd. (RIL Group). Ia pun menempati urutan ke-17 daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg.

Banyak pakar ekonomi menilai bahwa kemunculan Shanshan merupakan sebuah keunikan yang tak terbaca dalam sistem perekonomian Tiongkok. Mengingat selama enam tahun belakangan sebagian besar miliarder di negeri tirai bambu itu merupakan pelaku industri teknologi.

Namun semenjak meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan AS terkait Huawei, TikTok, dan WeChat, turut berimbas pada pasar saham industri teknologi di Tiongkok.

Namun para pengamat ekonomi memprediksi bahwa Shanshan tidak akan lama menduduki posisi orang terkaya di Tiongkok. Mereka percaya bahwa Jack Ma akan kembali merebut posisi tersebut dalam pembukaan bursa saham di Tiongkok dan Hong Kong bulan depan.

Melalui Ant Group yang juga merupakan kepanjangan tangan dari Alibaba, Jack Ma berencana mengumpulkan dana sebanyak $ 30 miliar (atau setara dengan 448 trilyun rupiah) dalam listing saham di Shanghai dan Hong Kong. (BBC/M-2) 

BERITA TERKAIT