25 September 2020, 06:20 WIB

Masyarakat Pasar Abai Jaga Jarak


Ssr/Ata/J-2 | Megapolitan

HASIL survei menyebutkan hanya 3% komunitas pasar yang disiplin dalam menjaga jarak saat pandemi covid-19. Survei dengan metode wawancara daring dilakukan Tim Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat Covid-19 di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) terhadap pihak manajemen, pedagang, dan pembeli pasar.

Tim komunikasi tersebut terdiri dari Palang Merah Indonesia (PMI), International Federation of Red Cross & Red Crescent Societies (IFRC), Food Agriculture Organization (FAO), serta didukung Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Menurut survei, komunitas pasar di wilayah Jabodetabek sejauh ini menghadapi tiga tantangan utama dengan 85% responden mengaku tidak mengerti cara untuk pencegahan virus korona.

Selain itu, survei menyebut penggunaan uang tunai sebesar 80% juga masih dilakukan sebagai metode pembayaran, serta 69% menyatakan kurangnya ruang untuk jaga jarak antara lapak dan pembeli.

“Tantangan saat berada di lingkungan pasar itu adalah sulitnya orang-orang untuk menjaga jarak karena keterbatasan ruang gerak,” ujar Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Sudirman menyarankan seluruh pihak bersama pengelola pasar atau paguyuban pasar perlu melakukan kegiatan promosi protokol kesehatan dengan memaksimalkan penggunaan media seperti alat pengeras suara dan melibatkan paguyuban pedagang.

“Melakukan edukasi dengan menggunakan media komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan komunitas pasar mengenai tindakan pencegahan covid-19. Seperti diinformasikan, sebanyak 69% responden serta 73% responden yang menyatakan pentingnya informasi imbauan untuk menjaga kebersihan area lapak,” ujarnya.

Team leader a.i FAO ECTAD, Luuk Schoonman, menambahkan masyarakat pasar merupakan salah satu pemeran kunci utama yang menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia selama
masa pandemi.

“Selain melakukan kegiatan promosi protokol kesehatan, peningkatan kapasitas pengelola pasar dalam melakukan kegiatan pembersihan dan disinfeksi di pasar juga perlu diperhatikan sehingga dapat mencegah penularan covid-19 lebih lanjut,” tutup Schoonman. (Ssr/Ata/J-2)

BERITA TERKAIT