25 September 2020, 05:50 WIB

Saatnya Serius Membenahi Pendidikan


(MR/DY/N-3) | Nusantara

PERINGATAN dilontarkan Prof Samsul Rizal, Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Ia menyatakan pada tingkat nasional mutu pendidikan di Aceh berada
di titik terendah.

“Salah satu buktinya ialah dari hasil evaluasi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2020. Skor tes
potensi skolastik (TPS) siswa asal Aceh menjadi yang terendah secara nasional,” ujar Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN) itu.

Posisi Aceh, lanjutnya, sejajar dengan beberapa provinsi di bagian timur Indonesia, di antaranya Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan sebagian
provinsi di Sulawesi. Bahkan dari segi kemampuan penalaran umum, pengetahuan dan kemampuan umum, pelajar Papua dan Papua Barat memiliki nilai jauh lebih tinggi ketimbang
pelajar Aceh.

“Secara keseluruhan, Aceh menduduki posisi terendah nasional dari semua tes TPS,” tegasnya.

Ia berharap fakta itu mendapat perhatian serius dari semua pihak. “Harus ada langkah konkret untuk membenahinya.”

Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, anggota DPR RI Syafruddin H Maming mengakui pemimpin daerah ini telah melakukan sejumlah keberhasilan.

Selain pembangunan infrastruktur, pemkab juga berhasil meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

“Satu dekade terakhir, pemimpin di Tanah Bumbu mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Meski Tanah Bumbu merupakan
daerah pemekaran baru, pembangunannya tidak kalah dari daerah lain,” akunya.

Terdorong untuk ikut membangun tanah kelahirannya itu, Syafruddin pun merangkul Alpiya Rahman untuk maju dalam Pilkada Tanah Bumbu 2020.

Ia mengincar posisi bupati dua periode sebelumnya, Mardani H Maming, yang juga adiknya sendiri. “Saya sepakat Tri Dharma Pembangunan yang harus terus
dikawal ke depan ialah pembangunan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tandasnya. (MR/DY/N-3)

BERITA TERKAIT