25 September 2020, 04:12 WIB

Pandemi Momentum Perbaiki Ekonomi Desa


Pra/Ata/X-8 | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh jajaran pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah, untuk dapat menjadikan pandemi covid-19 sebagai momentum menginstal ulang, memperbaiki, dan juga mentransformasi ekonomi desa.

Pandemi tidak hanya menghantam lapisan masyarakat di perkotaan, tetapi juga berdampak kepada mereka yang tinggal di perdesaan. Penyebabnya jelas, yakni karena berkurangnya aktivitas ekonomi. Selain itu, banyak juga masyarakat yang kehilangan pekerjaan di kota dan memutuskan pulang ke kampung halaman.

Karena itu, Jokowi menginstruksikan tiga hal. Pertama, untuk jangka pendek, pastikan semua program jaring pengaman sosial betul-betul tersalur secara efektif dan tepat sasaran.

“Begitu juga dengan padat karya tunai yang ada di desa-desa. Itu harus betul-betul dikawal sehingga bisa mengurangi beban masyarakat desa yang kehilangan pekerjaan atau kesulitan mencari kerja,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, kemarin.

Yang kedua, untuk jangka panjang, Kepala Negara meminta semua kementerian/ lembaga yang terlibat dalam pengembangan desa dapat mengintegrasikan dan mengonsolidasikan program- program yang dimiliki. “Penanggulangan kemiskinan dikonsolidasikan dengan program-program peningkatan ekonomi desa. Ini saya minta kepada semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri yang lepas-lepas, tidak terintegrasi, tidak terpadu sehingga hasilnya tidak terlihat.’’

Yang terakhir, imbuh Jokowi, seluruh kementerian/lembaga yang terlibat harus memperkuat daya ungkit ekonomi desa. Setiap desa ha-
rus mengembangkan poten si yang dimiliki, baik itu di sektor pertanian, industri, pariwisata, dan lain sebagainya. “Jangan semua dilakukan secara top-down. Berikan ruang partisipasi, ruang kreasi bagi warga desa untuk mengembangkan potensi lokal mereka,” tandasnya.

Hingga kini, wabah korona masih jauh dari usai. Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Mariya Mubarika secara terpisah mengungkapkan terdapat 1.146 klaster penyebaran covid-19 di Indonesia atau meningkat dari sehari sebelumnya. Penambahan klaster, kata dia, paling banyak terjadi di Jawa Tengah dan didominasi kelompok pesantren.

Mariya juga menerangkan, angka kesembuhan (kasus selesai isolasi) covid-19 di Indonesia bertambah 3.501 menjadi 184.298 kasus (recovery rate 72,87%). Jumlah yang meninggal juga bertambah 160 menjadi 9.837 kasus (case fatality rate 3,89%). Penambahan itu termasuk rekor tertinggi sejak kasus meninggal covid-19 pertama kali di Indonesia. (Pra/Ata/X-8)

BERITA TERKAIT