25 September 2020, 06:10 WIB

Surat Nikah Inggit-Soekarno Dijual


Ant/H-1 | Humaniora

DINAS Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung menyarankan surat nikah dan akta cerai Inggit Garnasih dan Presiden pertama Indonesia Soekarno yang hendak dijual oleh sang ahli waris untuk diserahkan guna dikelola oleh pemerintah.

Arsiparis dari Dispusip Kota Bandung, Juni Akbar, menyarankan hal tersebut karena dokumen surat dari tokoh pendiri bangsa itu memiliki nilai sejarah.

“Memang ada aturan yang mengharuskan arsip itu dipelihara dan dirawat karena arsip Inggit Garnasih ini arsip yang memiliki nilai sejarah,” kata Juni di Bandung, kemarin.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa dokumen tersebut memang berhak dijual oleh sang ahli waris karena kepemilikan pribadi. Namun, lanjutnya, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) lebih layak untuk merawat dokumen bersejarah itu.

Selain itu, menurutnya, pihak Dispusip bersama ANRI juga sempat melalukan penelusuran arsip surat nikah dan akta cerai Soekarno dengan Inggit. “Sebenarmya surat cerai itu kami sudah punya, tapi itu sebatas duplikasi, aslinya mereka (ahli waris) yang simpan,” ujar Juni.

Menurutnya, dokumen asli itu tidak ada kaitannya secara langsung dengan aset Pemerintah Kota Bandung karena berada dalam penguasaan ahli waris.

Sebelumnya, media sosial ramai memperbincangkan kabar tentang surat nikah dan akta cerai dari tokoh pendiri bangsa, yakni Soekarno dan Inggit Garnasih yang dijual oleh ahli warisnya yang tinggal di Kota Ban­dung. Kabarnya sejak penjualan surat nikah dan akta cerai diunggah di Instagram dengan akun @popstoreindo sudah ditawar oleh sebuah yayasan dari Belanda senilai Rp2 miliar.

Sebelumnya, cucu angkat almarhumah Inggit Garnasih, Tito Zeni Asmarahadi, berniat menjual surat nikah dan surat cerai mantan Presiden Indonesia pertama, Soekarno dan Inggit Garnasih, kepada orang lain. (Ant/H-1)

BERITA TERKAIT